
Ramadhan Picu Pasar Kaget Bermunculan

Makassar (ANTARA Sulsel) - Bulan suci Ramadhan telah memicu pasar kaget bermunculan di sejumlah titik di sekitar Kota Makassar, di antaranya di perempatan jalan tol Ir Sutami, Makassar dan jalan poros Kabupaten Maros.
"Sebelum Ramadhan hanya ada tujuh orang penjual ikan di sudut perempatan jalan tol dan jalan poros Maros, namun sekarang sudah ada sekitar 20 orang yang berjualan kebutuhan dapur dan jajanan buka puasa," kata salah seorang penjual ikan, Daeng Rani di lokasi pasar kaget Makassar, Selasa.
Dia mengatakan, pada masa Ramadhan rata-rata pembeli yang rumahnya di perbatasan Kota Makassar dan Kabupaten Maros, ramai mengunjungi pasar kaget itu.
"Dalam empat hari terakhir, rata-rata jualan kami laris dan bisa mendapatkan keuntungan separuh dari jumlah modal," katanya.
Sebagai gambaran, untuk menjual empat keranjang ikan co'mo-co'mo (kembung) atau ikan merah sedikitnya dibutuhkan modal Rp250 ribu - Rp300 ribu.
Sedang keuntungan rata-rata per hari sepanjang Ramadhan dapat mencapai Rp150 ribu, padahal dalam kondisi normal keuntungannya hanya sekitar Rp70 ribu.
Hal senada diungkapkan penjual musiman Sulaeman di pertigaan Jalan Tinumbu dan jalan ke arah galangan kapal, Makassar.
Dia mengatakan, dengan modal berjualan sayur Rp50 ribu, ia bisa mendapakan keuntungan sekitar Rp25 ribu per hari untuk mengepulkan asap dapurnya.
Sementara pedagang buah nangka, Nurliah yang berjualan di lokasi pasar kaget dekat Pasar Cidu di Jalan Ujung, Makassar mengatakan, ia memanfaatkan momen Ramadhan berjualan buah untuk menambah penghasilan keluarga.
"Hasilnya, bisa buat belanja dapur dan menutupi kebutuhan buka puasa. Anak-anak yang libur sekolah juga dapat membantu berjualan," kata ibu dari empat orang anak ini dan suaminya berprofesi sebagai tukang becak.
(T.SDP-15/F003)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
