
Kader bela negara diminta jadi teladan

Kader Bela Negara bagi aparat atau birokrat Mamuju tentu memiliki beban moral...
Mamuju (ANTARA Sulsel) - Pemerintah Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, meminta agar alumni Bela Negara (BN) diminta untuk menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.
"Kader Bela Negara bagi aparat atau birokrat Mamuju tentu memiliki beban moral. Hal yang pasti, menjadi suatu tanggungjawab yang harus dilaksanakan bagi kader untuk menjadi tauladan baik di ruang lingkup kerja maupun lingkup masyarakat," kata Sekda Mamuju, Muhammad Daud Yahya di Mamuju, Rabu.
Daud Yahya mengatakan, alumni BN mampu menjadi tauladan dan pengayom yang baik sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Ia menyebutkan, Bela Negara telah diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 3 tahun 2002 tentang pertahanan Negaara.
"Setiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya Bela Negara yang diwujudkan dalam penyelenggaraan pertahanan Negara," kata Daud.
Selain itu kata dia, Bela Negara juga diatur dalam peraturan Menteri Dalam Negeri No.38 tanggal 26 Agustus 2011 tentang pedoman peningkatan kesadaran Bela Negara di daerah.
Ia menyampaikan, ikut memberikan apresiasi dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkab Mamuju karena banyaknya aparatur yang terlibat aktif.
"Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 100 orang,terdiri dari 40 alumni pembentukan kader BN tahun 2015 dan 60 pegawai negeri dari seluruh SKPD Mamuju," ungkap Daud.
Pemeliharaan kader Bela Negara ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para kader guna mendukung penyebarluasan Pemeliharaan Kader Bela Negara (PKBN) dilingkungan kerja masing-masing, serta mampu mewujudkan pembentukan karakter Bangsa Indonesia sebagai Pertahanan Negara yang bersifat semesta.
Para kader Bela Negara akan diwadahi dalam suatu forum BN, yang akan menjadi pembina yaitu Kaban Kesbanpol, sehingga mereka terwadahi dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari.
"Adapun kegiatan sehari-hari kader BN yaitu memberikan pengajaran pencerahan tentang BN kepada siswa-siswi mulai tingkat SD, SMP, dan SMA sehingga semangat serta karakter dari siswa-siswi bersifat Bela Negara," kata ketua panitia Bela Negara, Rachmad Efendi.
Pewarta : Aco Ahmad
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
