Logo Header Antaranews Makassar

Migrant Workers Award untuk Gowa

Senin, 18 April 2016 13:32 WIB
Image Print
Penyerahan plakat Migrant Workers Award 2015 (Foto : ANTARA / Belenk Chinaldy) (1)
"Keberangkatan secara jalur resmi menjadi pilihan terbaik buat mereka yang akan menjadi TKI. Memiliki persyaratan administrasi lengkap yang menunjang mereka mendapatkan perusahaan yang tepat di tanah rantau. Kondisi ini juga sekaligus membantu TKI un

Gowa, (Antara Sulsel) - Wakil Bupati Gowa, H. Abdul Rauf Malaganni menyerahkan secara resmi plakat "Indonesia Migrant Workers Award (IMWA) 2015" kepada Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan YL, saat upacara Hari Kesadaran Nasional di Lapangan Upacara Kantor Bupati Gowa, Senin.

Penghargaan diperoleh melalui ajang IMWA yang baru-baru ini digelar di Kuching, Sarawak, Malaysia, 9 - 11 April lalu yang dihadiri Wakil Bupati didampingi Kadis Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Kabag Humas dan Protokol Gowa.

Perhelatan ini digagas dan dilaksanakan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kuching. Acara ini untuk memberi apresiasi kepada buruh migran Indonesia yang bekerja di sektor manufaktur, konstruksi, perkebunan sawit dan perkayuan yang dinilai terbaik selama mereka bekerja di Sarawak.

Mereka yang masuk dalam nominasi terbaik IMWA adalah sejumlah pekerja migran, dua nominasi terbaik berasal dari Kabupaten Gowa. Seorang diantaranya bernama Syamsul Kamar Kadang asal Tombolo, Dusun Lassa Kecamatan Bontolempangan yang berhasil meraih peringkat ketiga penghargaan IMWA 2015 untuk kategori buruh perkebunan sawit terbaik.

Syamsul Kamar dianggap layak untuk masuk kategori terbaik tiga hasil dari penilaian para buruh dititikberatkan pada aspek penilaian yang dilihat berdasarkan kinerjanya selama bekerja diperusahaan, kelengkapan administrasi dan prosedur ketika pertama kali datang ke Sarawak.

Selain itu dilihat masa kerja, kemampuan akademis dasar dan pengetahuan umum mengenai keselamatan kerja dan peraturan perburuhan di Sarawak (Malaysia) dan Indonesia.

Panitia IMWA melakukan penilaian kepada para calon pemenang setelah buruh migran Indonesia itu dinominasikan oleh perusahaan tempatnya bekerja sebagai pemenang. Penilaian yang dilakukan bersifat independen, para anggota penilai berasal dari berbagai kalangan, antara lain pengusaha, akademisi dan pengajar, mahasiswa, tokoh masyarakat dan staf KJRI Kuching sendiri.

Menurut Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kuching, Jahar Gulton keberadaan buruh migran menjadi fokus perhatian pemerintah.

"Keberangkatan secara legal didukung administrasi dan prosedur lengkap, keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan yang akan dituju. Sehingga peranan Pemerintah Daerah sebagai asal TKI sangat urgent. Mensosialisasikan keberangkatan dengan jalur resmi, memberi dukungan dan kemudahan kepada calon TKI dalam penyelesaian administrasi merupakan sumbangsi positif Pemda dalam perjalanan seorang TKI kenegara yang akan dituju," katanya.

Kadis Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, H. Syamsuddin Bidol juga menyampaikan pesan kepada masyarakat yang akan menjadi Tenaga Kerja Indonesia.

"Keberangkatan secara jalur resmi menjadi pilihan terbaik buat mereka yang akan menjadi TKI. Memiliki persyaratan administrasi lengkap yang menunjang mereka mendapatkan perusahaan yang tepat di tanah rantau. Kondisi ini juga sekaligus membantu TKI untuk bekerja secara aman, dan tidak ada ketakutanm bermasalah dengan pihak migrasi negara tempat mencari kerja," katanya.



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026