Gowa, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Komite Rakyat Gowa mendatangi Markas Kodim 1409/Gowa untuk meminta bantuan TNI sekaligus mengantisipasi potensi konflik yang akan terjadi pada saat pelantikan Raja Gowa ke-37.
"Kami datang ke sini (Kodim) menemui Pak Dandim semata-mata hanya ingin melihat Gowa tenteram tanpa adanya gesekan pada pelantikan Raja Gowa nanti," ujar Sekretaris Komite Rakyat Gowa, Himyar Salim di Gowa, Senin.
Ia mengatakan, rencana pelantikan Raja Gowa, memantik sekelompok masyarakat melakukan antisipasi konflik karena rencana pelantikan Andi Maddusila Andi Idjo menjadi Raja Gowa ke-37 memunculkan keresahan dari sejumlah kalangan di masyarakat.
Komite Rakyat Gowa menilai, rencana pelantikan yang dijadwalkan oleh pihak Maddusila pada 29 Mei mendatang bisa memicu konflik sehingga dibutuhkan respon dari berbagai pihak.
Komite Rakyat Gowa sendiri terdiri dari tokoh masyarakat di 18 kecamatan, organisasi kemasyarakatan (Ormas) organisasi pemuda, LSM dan lainnya.
Atas dasar itu, komite ini menemui Komandan Kodim 1409/Gowa, Letkol Inf Willy Brodus Yos Rohadi di Makodim 1409/Gowa untuk meminta bantuannya dalam mengantisipasi potensi konflik yang akan terjadi.
"Kami ingin tidur nyenyak, hidup nyaman dan layak tanpa dihantui konflik akibat ambisi sekelompok orang. Anehnya, pelantikan raja ini selalu muncul pasca Pilkada. Kami menemui Pak Dandim, agar turun tangan mencegah potensi konflik karena rencana ini," kata Himyar.
Sementara itu, Dandim 1409/Gowa, Letkol Inf Willy Brodus Yos Rohadi, mengatakan, selaku aparat, TNI memang punya tugas menjaga ketentraman dan keamanan masyarakat serta mengawal pembangunan.
"Ketika ada hal yang berpotensi konflik, TNI berada di garda terdepan," ujarnya.
Ia juga menegaskan jika posisi TNI netral menyikapi setiap hal dan pihaknya tidak akan berdiri pada salah satu pihak, melainkan semata-mata hanya ingin memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
"Intinya bagaimana menjamin keamanan dan ketentraman. Apapun akan kami lakukan untuk mewujudkan itu. Hasil pertemuan ini tentu akan saya bicarakan dengan pihak kepolisian. Intinya TNI akan turun berhadapan dengan potensi konflik ketika ada permintaan Polri," kata Willy.
Terkait potensi konflik, Willy yakin Pemkab Gowa dan Polres Gowa bijak memandangnya. TNI, kata dia, akan membackup, keputusan Pemkab dan Polri terkait rencana pelantikan raja oleh kelompok tertentu tersebut.
Sebelumnya, komite ini juga menemui pihak Polres Gowa. Mereka meminta Polres untuk tidak memberikan izin acara tersebut demi menjaga stabilitas, keamanan dan ketentraman masyarakat Gowa.

