Logo Header Antaranews Makassar

Fisioterapist PSM dampingi timnas Piala AFF

Senin, 8 Agustus 2016 20:28 WIB
Image Print
"Saya baru tiba di Jakarta hari ini. Minta dukungan dan doanya agar semuanya lancar (dengan tugas barunya sebagai fisioterapi timnas)...

Makassar (ANTARA Sulsel) - Fisioterapist PSM Immanuel Maulang telah mendampingi tim nasional Indonesia untuk Piala AFF 2016 sehingga ia terpaksa meninggalkan tim "Juku Eja" di sisa laga putaran pertama kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC).

Immanuel Maulang saat dihubungi dari Makassar, Senin, mengaku sudah tiba di Jakarta dan segera bergabung dalam tim medis skuat Merah Putih yang diproyeksi untuk AFF 2016.

"Saya baru tiba di Jakarta hari ini. Minta dukungan dan doanya agar semuanya lancar (dengan tugas barunya sebagai fisioterapi timnas)," kata pria yang akrab disapa Noel tersebut.

Ia menjelaskan, dirinya setelah bergabung akan terus mendampingi tim nasional mulai seleksi pertama yang digelar pada 8-11 Agustus 2016.

Selanjutnya ikut pula dalam proses seleksi kedua yang digelar pada 15-18 Agustus, kemudian diliburkan beberapa hari.

"Dan diawal September, tim langsung persiapan melakoni laga uji coba melawan Malaysia. "Selama saya mendampingitimnas, ada pengganti saya yang akan mengisi posisi di PSM yakni Wahyu," jelasnya.

Selain dr Noel, dua mantan timnas U-19 Muchlis Hadi Ning dan Maldini Pali harus meninggalkan PSM untuk mengikuti pendidikan kepolisian di Surabaya, Jawa Timur.

"Keduanya (Maldini dan Muchlis) telah meminta izin (mengikuti pendidikan). Kami berharap pendidikan keduanya berjalan lancar," kata Media Officer PSM Ramli Manong.

Menurut dia, keduanya akan meninggalkan tim "Juku Eja" selama tujuh bulan kedepan. Artinya PSM tidak akan bisa menggunakan jasa mereka di sisa kompetisi Torabika Soccer Championshp (TSC) 2016.

Meski demikian, lanjut dia, keduanya tetap menjadi aset dan milik PSM karena masih terikat kontrak jangka panjang.

Terkait kemungkinan keduanya pada akhirnya mendapatkan panggilan untuk memperkuat tim kesatuannya, dirinya mengaku belum tidak ingin berandai-andai.

"Kita akan melihat perkembangan kebutuhan di Polri. Apakah mereka akan diizinkan untuk kembali memperkuat PSM Ketika keduanya resmi menjadi polisi atau wajib membela institusinya," sebutnya.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026