Logo Header Antaranews Makassar

UMKM Makassar dinilai optimal jika berbasis TI

Jumat, 12 Agustus 2016 05:21 WIB
Image Print
"Industri rumahan atau UMKM di Makassar ini belum terlalu optimal, padahal zaman sekarang ini sudah sangat berkembang...

Makassar (ANTARA Sulsel) - Pemerintah Kota Makassar yang fokus pada industri rumahan di setiap lorong ini dinilai belum terlalu berkembang dan memberikan dampak perputaran ekonomi karena Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) saat ini dinilai belum optimal karena belum memaksimalkan teknologi informasi.

"Industri rumahan atau UMKM di Makassar ini belum terlalu optimal, padahal zaman sekarang ini sudah sangat berkembang dengan majunya teknologi informasi," ujar Wakil Wali Kota Makassar Dr Syamsu Rizal di Makassar, Kamis.

Ia mengatakan, penggunaan teknologi berbasis teknologi informasi dalam pengembangan usaha dinilainya sangat potensial karena jika hal demikian dilaksanakan, maka akan memberikan dampak perputaran ekonomi di Makassar.

Syamsu Rizal saat membuka UMKM Forum Wirausaha Makassar degan tema membangun aliansi strategi dan kerjasama UMKM dalam akses keuangan dan pasar itu berharap kedepannya, para pengusaha ini mampu memaksimalkan semua potensi yang ada dengan bantuan teknologi informasi.

Dihadapan para peserta dari beberapa kampus seperti Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Negeri Makassar (UNM), Dinas Koperasi, Bank Sulselbar dan lainnya itu mengaku jika hampir semua UMKM yang produktif itu berasal dari aspek keturunanan.

"Bapaknya jadi pengusaha mebel anaknya juga jadi pengusaha mebel kira-kira modelnya seperti itu sehingga kita bisa menyimpulkan bahwa kreatifitas dan inovasi dari UMKM ini belum maksimal karena fokus pada satu bidang usaha saja, apalagi jika memang tidak menggunakan teknologi," katanya

Olehnya itu, tahun ini juga pihaknnya memberikan dukungan melalui ekonomi kreatif pada Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) untuk memberikan banyak stimulan dalam bentuk kemitraan-kemitraan.

Salah satunya yang coba ditawarkan itu dari digital lounge yang dibina oleh UMKM Pemprov Sulsel. Digital loung ini mampu menjadi salah satu unit usaha yang diakui sebagai klinik bisnis terpadu yang sudah mengadopsi perkembangan aktual dan berbasis teknologi.

"Ruang bisnis kemitraan UMKM hanya bisa optimal bila dilakukan dengan berbasis IT yang tentu saja akan mampu melakukan percepatan didalam aktivitas bisnisnya," ucap Deng Ical.

Selain itu, Deng Ical berharap dengan pertemuan tersebut forum UMKM ini mampu memotivasi teman yang lain untuk mengidentifikasi sektor usaha yang membutuhkan traning, membutuhkan mentoring ataupun kocing supaya kita dapat memetahkan program-program pemerintah.

Sementara itu, Ketua Makassarpreneur, Bahrul Ulum mengatakan, kegiatan ini adalah sebagai wujud kepedulian bersama terhadap kemajuan UMKM terutama di kota Makassar.

"Jadi saya kira kita semua paham betapa penting peran kita semua dalam mengembangkan UMKM di kota Makassar, apalagi impactnya pada perputaran ekonomi," jelasnya.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026