Logo Header Antaranews Makassar

DKP3 Makassar tanam 20 ribu mangrove

Jumat, 19 Agustus 2016 19:56 WIB
Image Print
"Hutan magrove adalah benteng utama dan terdepan dari bahaya abrasi dan tsunami...

Makassar (ANTARA Sulsel) - Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, Peternakan (DKP3) Makassar melakukan penanaman 20 ribu pohon mangrove di daerah Lantebung Kelurahan Bira Kecamatan Tamalanrea, Makassar, Jumat.

Penanaman pohon mangrove dilakukan oleh Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto bersama Kepala DKP3 Abd Rahman Bando, Camat Tamalanrea Kaharuddin Bakti dan kelompok pengelola Sumber Daya Alam (PSDA) Magrove Lantebung.

"Hutan magrove adalah benteng utama dan terdepan dari bahaya abrasi dan tsunami, makanya penanaman ini sangatlah penting," ujar Wali Kota usai penanaman.

Dia mengatakan penanaman pohon mangrove ditujukan untuk membangun perisai alam di daerah pesisir terhadap ancaman abrasi dan tsunami yang dapat berlangsung secara alamiah.

Danny Pomanto (sapaan akrab Wali Kota) mengharapkan aksi tanam pohon mangrove secara simbolis dapat menstimulasi warga untuk melakukan aksi serupa untuk menghindari kawasan pesisir dari degradasi hutan magrove.

"Hutan mangrove perlu dilestarikan karena selain berfungsi sebagai mitigasi bencana di daerah pesisir khususnya bagi Makassar yang merupakan `water front city`, hutan mangrove juga dapat menjadi penopang kehidupan fauna sebagai habitat singgah dari jenis fauna tertentu," terang Danny.

Ke depannya, Danny berinisiatif mengembangkan kawasan hutan magrove Lantebung sebagai pusat rekreasi lingkungan hidup.

Di tahun 2017, pemegang sertifikat tertinggi di bidang arsitektur itu bakal mengkonsentrasikan pengembangan ecominawisata bahari di Lantebung.

Dua puluh ribu pohon mangrove yang ditanam di Lantebung menjadi awal pengembangan kawasan itu sebagai pusat rekreasi bahari yang berwawasan lingkungan.

Selain berpotensi dikembangkan sebagai ekominawisata bahari, penanaman 20.000 pohon magrove juga berdampak pada meningkatnya jumlah RTH (Ruang Terbuka Hijau) di Makassar.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026