
Kandidat Pilkada Sulsel Harus Kerja Maksimal

Makassar (ANTARA Sulsel) - Para kandidat bupati/wakil bupati sebaiknya bekerja maksimal jauh hari sebelum masa kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2010 di 11 kabupaten se Sulawesi Selatan.
Koordinator KTI Jaringan Survei Indonesia (JSI), Irvan Jaya di Makassar, Minggu, mengatakan, hal tersebut perlu dilakukan sebab fakta pemilihan umum di Indonesia menggambarkan dominan pemilih menentukan pilihannya sebelum masa kampanye.
"Pengalaman selama ini, pemilih kita itu sudah menggadang-gadangkan figur yang ingin dipilihnya, bahkan sebelum calon tersebut menyatakan diri maju dalam kompetisi politik," katanya.
Menurutnya, karena dominan publik sudah menentukan sikap sebelum masa kampanye, makanya belum ada praktik politik uang yang terbukti mampu memberi pengaruh yang signifikan.
Ia membenarkan bahwa politik uang itu memberi pengaruh, namun biaya yang dikeluarkan tersebut tidak akan berbanding lurus dengan hasil dukungan yang ingin dicapai kandidat.
Irvan menambahkan, fakta lain dari pilkada adalah tak satupun pemenang pilkada di Indonesia yg memiliki popularitas di bawah 85 persen.
Sehingga salah satu syarat utama jika ingin menjadi pemenang pilkada adalah kandidat harus memperoleh popularitas di atas 85 persen.
Dijelaskannya, strategi harus diarahkan dengan tepat untuk membidik pemilih di berbagai lapisan dengan pendekatan "grassroots engineering" atau mobilisasi dukungan di tingkat akar rumput.
Menurutnya, pengenalan terhadap pemilih menjadi penting agar kandidat bisa menjangkau sebanyak mungkin pemilih.
"Pemahaman mengenai peta pemilih, melalui survei opini publik membuat strategi kandidat dalam menjangkau pemilih bisa lebih fokus dan efektif, mengingat kandidat menang lebih karena kuantitas pemilih," katanya.
Menurut rancangan jadwal KPU Sulsel, 11 pilkada akan berlangsung pada 23 Juni 2010. Kesebelas daerah pelaksana pilkada yakni, Kabupaten Pangkep, Tana Toraja, Toraja Utara, Luwu Utara, Luwu Timur, Selayar, Bulukumba, Barru, Soppeng, Takalar dan Bone.
(T.PK-AAT/J006)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
