
GOR Sudiang bebas lapak mulai 1 Desember

"Dalam pertemuan terakhir dengan para pedagang disepakati untuk membersihkan lapak mereka sejak 1 Desember...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulawesi Selatan Muchlis Mallajareng menyatakan GOR Sudiang Makassar mulai 1 Desember 2016 bebas dari lapak pedagang.
"Dalam pertemuan terakhir dengan para pedagang disepakati untuk membersihkan lapak mereka sejak 1 Desember. Kami tentu minta kesepatan itu tidak dilanggar," kata Muchlis Mallajareng di Makassar, Selasa.
Para pedagang, kata dia, sudah menyepakati dan mengaku siap membongkar lapaknya sebelum 1 Desember 2016. Bahkan sejak beberapa hari ini, sudah banyak pedagang yang telah dengan suka rela membongkar lapak dagangannya sendiri sesuai kesepakatan.
Pihaknya bukan ingin melarang pedagang menjajakan daganganya di sekitar GOR Sudiang Makassar. Hanya saja yang menjadi permintaan agar pedagang tidak membuat lapak yang sifatnya permanen.
Artinya jika sudah berdagang pada pagi atau siang harinya, maka pedagang bisa langsung membersihkan saat malam hari. Hal seperti itu juga biasa dilakukan di beberapa lokasi seperti pasar pagi di Pantai Losari dan di Kabupaten Maros.
Menurut dia, pihaknya memang masih memberikan kesempatan bagi pedagang untuk membuka lapak dengan syarat tidak membangun secara permanen karena Dispenda juga memberikan target pendapatan dari keberadaan pedagang tersebut.
"Jadi kita minta agar pedagang membangun lapak yang bisa bongkar pasang. Sejauh ini, ada pedagang yang memang sudah bermalam di lapaknya dan bahkan ada juga yang melantai dan itu yang kira larang," ujarnya.
Kebaradaan lapak pedagang, kata dia, pada dasarnya cukup menngganggu aktivitas olahraga di lokasi tersebut. Apalagi pihaknya juga sudah menjadikan GOR Sudiang sebagai kantor Dispora Sulsel.
"Intinya kita ingin semuanya berjalan lancar dan aman. Soal berapa ketentuan yang harus dibayar pedagang setelah perubahan konsep lapan menjadi bongkar pasang, kita akan bahas selanjutnya. Intinya pedagang keluar dahulu dan soal biaya, itu urusan saya," katanya.
Pewarta : Abd Kadir
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
