
Unismuh Makassar buka dua prodi baru

"Alhamdulillah, Unismuh kembali menerima SK pembukaan prodi baru, dan Insya Allah akan ada lagi tambahan prodi baru...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar telah menerima Surat Keputusan (SK) dari Kemenristek-Dikti tentang pembukaan prodi Magister (S2) Bahasa Inggris dan prodi Sarjana (S1) Agroteknologi (Teknologi Pertanian) di kampus tersebut.
"Alhamdulillah, Unismuh kembali menerima SK pembukaan prodi baru, dan Insya Allah akan ada lagi tambahan prodi baru dalam waktu dekat," kata Rektor Unismuh Dr Abdul Rahman Rahim di Makassar, Kamis.
Ia menjelaskan, Surat Keputusan pembukaan prodi baru tersebut telah diserahkan Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi Prof Andi Niartiningsih, yang didampingi Sespel Kopertis Wilayah IX Dr Hawignyo, kepada Rektor Unismuh yang didampingi Humas Unismuh Asnawin Aminuddin, di Kantor Kopertis Wilayah IX Sulawesi pekan lalu.
Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi Prof Andi Niartiningsih dalam kesempatan itu, kata dia, juga memberikan selamat atas diterimanya SK tersebut dan berpesan agar pembukaan prodi baru tersebut dapat dilaksanakan sesuai aturan dan dikembangkan sebagaimana mestinya.
Sejak dua bulan lalu, menurut dia, Unismuh Makassar juga mendapat Surat Keputusan dari Kementerian Ristek-Dikti membuka Prodi S2 Agribisnis dan Prodi S2 Pendidikan Dasar.
Dengan tambahan prodi baru tersebut, kata Rahman, maka Program Pascasarjana (PPs) Unismuh Makassar sudah memiliki tujuh program studi, yaitu Prodi S2 Administrasi Publik, Prodi S2 Manajemen, Prodi S2 Pendidikan Bahasa Indonesia, Prodi S2 Pendidikan Agama Islam, Prodi S2 Agribisnis, Prodi S2 Pendidikan Dasar, dan S2 Pendidikan Bahasa Inggris.
"Adanya tambahan dua Prodi baru ini, maka PPs Unismuh Makassar sudah memiliki tujuh program magister (S2), tetapi kami masih menunggu lagi terbitnya SK pembukaan Program S3 Pendidikan Agama Islam," ujarnya.
Lebih jauh, Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar juga baru saja menggelar International Conference on Ethics in Governance (ICONEG) bertema "Intersecting Law, Religion, and Politics" dengan menghadirkan sejumlah profesor dan doktor mancanegara, serta membahas 110 makalah ilmiah.
Jumlah 110 makalah ilmiah itu dikupas sejumlah tokoh seperti Prof Dr Onder Kutlu dari Necmettin Erbakan University (Turki), dan Prof Madya Dr Mohd Afandi Bin Salleh dari Universiti Sultan Zainal Abidin (Malaysia).
Hadirnya pula pembicara dari berbagai perguruan tinggi mancanegara, seperti Autralian National University (Australia), University of Bradford (Inggris), University of Freiburg (Jerman), Mahasarakham University (Thailand), Sripatum University (Thailand), Valaya Alongkorn Rajabath University (Thailand), Khon Kaen University (Thailand).
Pewarta : Abd Kadir
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
