Logo Header Antaranews Makassar

Harga Ayam dan Daun Pisang Naik

Jumat, 18 September 2009 04:28 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Harga berbagai jenis ayam di pasar tradisional Makassar naik antara Rp5 ribu - Rp25 ribu dari harga sebelumnya, demikian pula harga daun pisang yang rata-rata naik Rp3.000 - Rp5.000 per lembar dari harga sebelumnya.

" Ayam potong yang biasanya dibeli Rp18 ribu per ekor, kini sudah Rp23 ribu untuk ukuran sedang, sedang yang ukuran jumbo dari Rp35 ribu menjadi Rp45 ribu per ekor," kata salah seorang pembeli Nur Wahidah di Pasar Pannampu, Makassar, Jumat.

Nur Wahidah mengatakan, biasanya harga ayam potong atau ayam kampung akan naik lagi pada sehari sebelum lebaran. Karena itu ia membeli lebih awal, namun ternyata harganya sudah naik.

Untuk menyiasati kenaikan harga ayam yang melonjak pada H-3 lebaran, ia mengatakan, ayam yang dibelinya akan dikurung terlebih dahulu dan baru akan dipotong pada malam takbiran.

Kenaikan harga ayam potong maupun ayam kampung dari Rp50 ribu per ekor menjadi Rp75 ribu - Rp100 ribu per ekor di Pasar Pannampu, juga terjadi di pasar tradisional lainnya di Makassar diantaranya Pasar Terong dan Pasar Kalimbu.

Hal tersebut diakui salah seorang penjual ayam kampung di Pasar Terong, H Mahmud.

Mahmud mengatakan, harga ayam kampung terpaksa dinaikkan, karena pihak distributor juga menaikkan harga dari Rp65 ribu - Rp85 ribu per ekor.

"Ini selalu terjadi menjelang lebaran. Jadi, kalau kami tidak naikkan harga, nanti rugi," ujarnya.

Sementara itu, tingginya kebutuhan ayam menjelang lebaran juga diikuti tingginya tingkat kebutuhan daun pisang yang akan digunakan sebagai pembungkus burasa, lemang, lontong dan aneka makanan yang siap disajikan bersama aneka masakan yang berbahan baku daging ayam atau sapi.

Pada tiga pasar tradisional di Makassar yakni Pasar Pannampu, Terong dan Kalimbu, harga daun pisang yang muda rata-rata dijual Rp5 ribu - Rp7 ribu per lembar dari harga sebelumnya Rp2 ribu per lembar.

Sedang daun pisang tua dijual Rp4 ribu - Rp6 ribu per lembar, padahal dalam kondisi normal harganya hanya Rp1.000 per lembar.

Salah seorang pedagang musiman yang menjual daun pisang di Pasar Terong,yang bernama Sampara memgatakan musim kemarau yang disertai angin yang cukup kencang mengakibatkan banyak daun pisang yang sobek-sobek.

"Daun pisang yang utuh jumlahnya sedikit, sehingga kami membeli daun pisang di kampung dengan harga yang cukup mahal," katanya.

(S036/A011)