
FST UIN Alauddin Kerjasama UGM-Unpad

"Bagi mahasiswa semester III, semester V, dan semester VII, terbuka kesempatan...
Makassar (Antara Sulsel) - Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (FST UIN) Alauddin Makassar melakukan kerjasama pertukaran mahasiswa dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta dan Universitas Padjajarang (Unpad) Bandung.
Ketua Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Alauddin, Dr Mashuri Masri di Makassar, Minggu, mengatakan pihaknya juga rencananya mengirim mahasiswanya untuk kuliah selama satu sampai dua semester pada kampus tersebut.
"Bagi mahasiswa semester III, semester V, dan semester VII, terbuka kesempatan untuk bisa mengikuti pertukaran pelajar dan kuliah di dua Universitas ternama yang ada di Jogjakarta dan Bandung," katanya.
Mantan mahasiswa yang pernah menelaah banyak ilmu pengetahuan di Unhas itu menjelaskan, pihaknya sudah membangun relasi dengan pihak Universitas UGM dan Unpad. Bahkan dirinya telah membicarakan banyak hal terkait kesiapannya dalam jalinan kerjasama itu.
"Kami sudah melakukan kerjasama dan sudah sampai pada tahapan teknis, terkait berapa yang harus dibayar dan hingga konversi SKS-nya telah kami bicarakan," jelasnya.
Terkait dengan konversi SKS-nya, kata dia, mereka yang kuliah di UGM dan Unpad tetap dihubungkan dengan SKS yang diambil dari tempat mahasiswa melakukan perkuliahan dengan yang ada di Jurusannya.
Artinya setelah para mahasiswa yang dikirim kuliah di dua kampus tersebut, setelah kembali mereka tidak lagi mengulang dan tetap melanjutkan SKS-nya.
Hubungan kerjasama ini, lanjutnya sedang dalam tahap penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) jadi semester depan baru ada pengiriman.
Tujuan dari pertukaran pelajar ini, diharapkan agar mahasiswa bisa menambah pengetahuan dan pengalamannya sesuai dengan latar belakang pendidikannya.
Lebih jauh, Rektor UIN Alauddin Prof Dr Musafir MSi, mengatakan jika pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan sesuai rencana sudah rampung dan siap beroperasi pada 2019.
"Akhir tahun ini bisa dilelang dan 2018 bisa dikerjakan serta tambahan infrastruktur fisik dan tahun 2019 rumah sakit pendidikan sudah bisa beroperasi," ujarnya.
Rumah Sakit Pendidikan yang dibangun sejak 2013 lalu tersebut bukan hanya diperuntukkan untuk keluarga UIN Alauddin Makassar saja namun juga diperuntukkan bagi masyarakat umum.
Prof Musafir menjelaskan, untuk mendukung Rumah Sakit yang dikelola oleh perguruan tinggi, UIN akan melakukan study banding di Universitas Sam Ratulangi Manado.
Pewarta : Abd Kadir
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
