
Shalat IED "Berkah" Bagi Pengojek Kristen

Ambon (ANTARA Sulsel) - Pelaksanaan shalat Idul Fitri 1430 Hijriah di Ambon, Minggu, menjadi "berkah" bagi para pengojek beragama Kristen karena jasa mereka dimanfaatkan masyarakat Muslim ke lokasi perayaan 1 Syawal.
Eddy, salah seorang asal Desa Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, mengatakan, dia sejak Minggu subuh melayani sejumlah umat Muslim dari Desa Waiheru untuk mengikuti shalat Ied di pelataran Masjid Raya Alfatah Ambon.
"Beta (saya) sudah empat kali mengantar orang Waiheru ke Ambon, jadi kebagian rezeki shalat Ied 1430 Hijriah," ujarnya.
Jasa mengantar peserta Sholat Ied diterimanya Rp200.000, meningkat dibanding hari biasa berkisar Rp80.000 hingga Rp100.000, tergantung waktunya saat melayani penggguna sepeda motor ojek.
Janes, salah seorang warga Kelurahan Batumeja, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon mengatakan, saat menjelang dan pasca shalat Ied ia melayani warga Muslim di kawasan Kebung Cengkih, Wara, Air Kuning, Kanawa dan Gadihu yang memiliki puluhan masjid.
"Pokoknya 'berkah' karena sesama pengojek beragama Muslim sedang menjalani Shalat Ied," ujarnya tanpa bersedia mengatakan pendapatannya.
Hanya saja, dia terharu saat mengantar salah seorang ibu ke kawasan perumahan di Kebun Cengkih dari pasar Mardika karena selain dibayar Rp75.000 juga diberikan kue dan minuman ringan.
"Namanya rezeki ganda dan inilah cerminan hidup orang bersaudara di Maluku sebagai pola hidup leluhur yang harus dilestarikan," kata Janes.
Mustafa, pengojek yang biasa mangkal di pangkalan Desa Batumerah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon mengatakan sesama rekan seprofesi beragama Kristen saat shalat Ied mendapat "berkah".
"Sudah seperti tradisi sejak ojek beroperasi di Ambon selama 10 tahun terakhir ini biasanya Lebaran kesempatan bagi pengojek beragama Kristen mendapat rejeki. Sedangkan perayaan Natal kebagian pengojek Muslim," ujarnya.
Pelaksanaan shalat Ied 1 Syawal 1430 Hijriah dipusatkan dl pelataran masjid Raya Alfatah Ambon.
Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, AKBP Didik Widjanarko mengatakan sedikitnya 1.300 personel aparat keamanan, termasuk Satuan Polisi Pamong Praja dan staf Dinas Perhubungan Kota Ambon melakukan pengamanan sejak malam takbiran hingga silaturahmi Idul Fitri.
Sebelumnya Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI M. Noer Muis mengatakan, pihaknya memperbantukan satu satuan setingkat Kompi (SSK) Batalyon Raider 733 Waiheru.
Selain itu, personel Koramil, intelijen dan satu kompi Pasukan Reaksi Cepat (PRC), untuk membantu pengamanan malam takbiran dan shalat Ied yang dipusatkan di halaman Masjid Alfatah, Minggu pagi.
(T.L005/Z003)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
