Logo Header Antaranews Makassar

Sulbar Dukung Program Nusantara Sehat

Rabu, 7 Juni 2017 22:20 WIB
Image Print

Mamuju (Antara Sulsel) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat bersiap mendukung program nusantara sehat yang dicanangkan pemerintah pusat untuk peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat Mamuju, Dr Ahmad Azis M Kes, di Mamuju, Rabu, mengatakan, fokus kebijakan Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) untuk periode 2015-2019 adalah penguatan Pelayanan Kesehatan (Yankes) Primer.

Ia mengatakan, prioritas ini didasari oleh permasalahan kesehatan yang mendesak seperti angka kematian ibu dan bayi yang masih tinggi, angka gizi buruk, serta angka harapan hidup yang sangat ditentukan oleh kualitas pelayanan primer.

Oleh karena itu ia mengatakan, Pemerintah Sulbar sangat mendukung pelaksanaan program nusantara sehat mengingat berbagai permasalahan kesehatan baik terkait pelayanan kesehatan primer maupun pemenuhan tenaga kesehatan strategis masih berlangsung ditengah-tengah pembangunan kesehatan yang sedang berjalan.

Menurut dia, penguatan yankes primer mencakup tiga hal diantaranya pembenahan fisik infrastruktur, pembenagan sarana berupa fasilitas, dan penguatan sumber daya manusia tenaga kesehatan.

Program Nusantara Sehat merupakan salah satu bentuk kegiatan yang dicanangkan oleh Kemenkes dalam upaya mewujudkan fokus kebijakan tersebut.

Azis mengatakan, program ini dirancang untuk mendukung pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang diutamakan oleh Pemerintah guna menciptakan masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan.

Menurut dia, penguatan yenkes Primer adalah garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat yang berfungsi memberikan pelayanan kesehatan dan melakukan upaya preventif melalui pendidikan kesehatan, konseling serta skrining (penapisan).

Oleh karena itu, melalui program pembekalan dan serah terima tim nusantara sehat dan melalui penempatan tim nusantara sehat di berbagai titik mampu mendongrak kualitas pelayanan kesehatan yang mencakup preventif, promotif, dan kuratif dengan melibatkan lima sampai 9 sembilan tenaga kesehatan dokter, doktergigi, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, Ahli laboratorium medik, tenaga gizi, dan tenaga kefarmasian khususnya pada daerah tertinggal, perbatasan dan kepulauan terluar (DTPK).



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026