Logo Header Antaranews Makassar

Nelayan Yang Hilang Belum Ditemukan

Selasa, 6 Oktober 2009 23:39 WIB
Image Print

Bulukumba, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Salah seorang warga, Abdul Muin, yang dinyatakan hilang di laut saat memancing sejak Minggu (4/10) pagi, hingga kini belum ditemukan.

Meski berbagai upaya telah dilakuan termasuk mengerahkan aparat dari tim SAR maupun dari pihak Syahbandar, juga masih nihil. Pihak keluargapun merasa gelisah karena belum ada kabar yang bisa menenangkan mereka, Selasa.

Puluhan keluarga korban tampak masih menunggu dan mencari informasi di sekitar pantai tempat hilangnya korban. Kakak korban, Syaifuddin, memperkirakan ada tiga penyebab hilangnya korban yakni, terseret arus, kesengajaan oknum atau karena faktor gaib.

"Kami juga sudah meminta bantuan orang pintar atau dukun untuk mencari tahu keberadaan adik saya. Begitu juga dengan keluarga juga sudah diterjunkan untuk mencari," ujarnya.

Berdasarkan petunjuk orang pintar, kata dia, korban diperkirakan hanyut ke arah barat laut dan bisa jadi sampai ke Makassar. Padahal sebelum korban dinyatakan hilang, ada nelayan yang sempat melihat melambaikan tangan, tapi tak digubris.

Saat Abdul Muin yang tercatat sebagai PNS di Dinas Tenaga kerja Bulukumba, hilang dari perahunya, seluruh barang bawaannya masih utuh. hanya perahu yang digunakan mengalami patah pada sayap atau penyeimbang perahu.

Begitu juga dengan jangkar perahu, masih tertambat dengan kedalam sekitar delapan meter dari dasar laut.

"Secara logika dengan kedalam delapan meter, seorang nelayan bisa berenang mencapai bibir pantai. Apalagi adik saya pandai berenang," kata Syaifuddin.

Untuk itu, dia dan seluruh keluarganya memohon dengan sangat kepada aparat membantu mencari korban.

Petugas Laik Laut pada kantor Syahbandar Bulukumba, Arifuddin, saat dihubungi mengatakan, pihaknya bersama aparat kepolisian, petugas Dinas Sosial dibantu masyarakat, telah melakukan pencarian selama dua hari.

Beberapa daerah yang telah disisir seperti, perairan Togambang Kabupaten Bantaeng dan peraian Liukang Kecamatan Bonto Bahari Kabupetn Bulukumba.

"Hingga kini kami masih belum menemukan korban. Kami perkirakan jika korban tenggelam, tubuh korban akan mengapung setelah tiga hari," kata Arifuddin.

Dia juga mengaku kesulitan untuk melakukan pencaria karena motor tempel yang dimiliki Kesyahbandaran, mengalami kerusakan sejak beberapa tahun lalu alias tak layak pakai lagi.

Abdul Muin dinyatakan hilang sejak, Minggu (4/10) pagi. Korban meninggalkan rumah sekitar pukul 05.00 Wita dan baru diketahui hilang oleh keluarganya pada sore hari. Saat melaut, korban membawa peralatan bekal makanan dan alat pancing.

Korban diperkirakan hilang di perairan Ponjutana Kelurahan Jalanjang Kecamatan Gantarang Bulukumba. Diperairan ini ditemukan perahu korban yang mengapung dengan kondisi sayap perahu patah dan jangkar masih tertambat di dasar laut.
(T.PK-AAT/S016)