
DKP Diminta Perhatikan Petani Rumput Laut

Makassar (ANTARA Sulsel) - Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Selatan diminta memperhatikan kebutuhan infrastruktur petani rumput laut utamanya alat pengeringan modern.
Menurut Kepala Badan Promosi dan Penanaman Modal Daerah (BPPMD) Sulsel Irman YL di Makassar, Senin, lemahnya pengolahan komoditi rumput laut petani telah berpengaruh terhadap minat investor untuk menyerap hasil komoditi andalan Sulsel tersebut.
"Kita berharap dinas perikanan merespon hal itu, dengan mencoba mengembangkan industri pengolahan di daerah ini," ucapnya.
Pemerintah provinsi saat ini tengah berupaya mengembalikan minat investor untuk kembali menyerap produksi rumput laut Sulsel dengan menjamin kadar air produksi mampu memenuhi standar pemasaran.
"Tidak gampang mengembalikan minat investor, kita berharap ada upaya perbaikan produksi di tingkat petani," ujarnya.
Sesuai dengan standar produksi, kadar air produksi rumput laut idealnya 15 - 25 persen. Namun, produksi petani rumput laut Sulsel sulit memenuhi standar tersebut terkait petani Sulsel masih banyak yang menggunakan alat pengering tradisional.
Melihat kondisi itu, BPPMD Sulsel berencana menjajaki kerjasama dengan pengusaha dari Bali, untuk mendatangkan alat pengering modern.
Rencananya peralatan tersebut akan ditempatkan pada daerah sentra penghasil rumput laut Sulsel seperti Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba dan kepulauan Selayar.
"Kami targetkan pengadaan alat pengering modern ini sudah ada di awal 2010," katanya.
Selain kadar air, belum memadainya infrastruktur pemasaran seperti pelabuhan diakui sebagai permasalahn utama, sebab pemasaran rumput laut selama ini masih menggunakan pelabuhan Surabaya.
(T.PK-HK/S016)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
