
Ombudsman Sulbar sampaikan evaluasi USBN

Mamuju (Antaranews Sulsel) - Ombudsman Sulbar sampaikan hasil evaluasi pelaksanaan ujian sekolah berbasis nasional (USBN) selama sepekan di lima kabupaten di Sulbar.
"Setelah melakukan proses pengawasan pelaksaan USBN di Sulbar, Ombudsman Sulbar akan menyampaikan bahan evaluasi ke instansi terkait sebagai saran perbaikan sehingga kekurangan yang sempat terjadi pada proses USBN tidak terulang pada proses pelaksanaan UN dan UNBK yang akan datang," kata Kepala Perwakilan Ombudsman Sulbar Lukman Umar di Mamuju, Selasa.
Ia mengatakan, pengawasan pelayanan publik di bidang pendidikan masih sangat urgen untuk terus dipantau, khususnya proses pelaksanaan ujian nasional.
Sebab UN tahun lalu secara nasional masih menimbulkan sejumlah masalah yang harus diperbaiki, sehingga hasil pengawasan Ombudsman diharapkan menjadi salah satu saran perbaikan.
"Saran perbaikan akan segera di sampaikan ke Dinas Pendidikan Provinsi Sulbar, dengan harapan bisa menjadi salah satu bahan pertimbangangan pada proses penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) pada tingkat SMA dan SMK," katanya.
Lukman menambahkan khusus untuk Kabupaten Mamasa tim Ombudsman tidak sempat melakukan pemantauan lantaran keterbatasan tenaga, namun ada beberapa komunitas sahabat Ombudsman yang ada di Mamasa yang sempat melaporkan kondisi proses USBN di daerah itu.
"Adapun hasil pantuan Ombudsman Sulbar pada proses pelaksanaan USBN pada lima Kabupaten di Sulbar, secara umum terkait kesiapan karena masih dominan menggunakan kertas atau konvensional, karena masih adanya keterbatasan sarana komputer, termasuk kesiapan SDM tenaga pengawas ruangan," katanya.
Ia mengatakan, pemantauan ini bertujuan untuk menghindari terjadinya penyimpangan prosedur atau pelanggaran seperti permintaan uang (pungli) sebagai upaya mendorong peningkatan kualitas pelaksanaan UN/UNBK dengan harapan menghasilkan lulusan siswa yang unggul dan berprestasi.
Pewarta : M. Faisal Hanapi
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
