Sulsel deflasi 0,86 persen September 2018
Senin, 1 Oktober 2018 20:20 WIB
Kepala BPS Provinsi Sulsel Yos Rusdiansyah (kiri) merilis hasil pencatatan statistik Sulsel di Makassar, Senin (1/10). (Foto ANTARA/Muh Hasanuddin/18)
Makassar (Antaranews Sulsel) - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat angka deflasi di provinsi tersebut pada September 2018 sekitar -0,86 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 134,00.
Kepala BPS Sulsel Yos Rusdiansyah di Makassar, Senin, mengatakan penyebab deflasi di daerah tersebut karena menurunnya beberapa indeks harga-harga.
"Faktor pendorong terjadinya deflasi itu disebabkan adanya penurunan indeks harga pada dua kelompok yang memiliki kontribusi cukup besar," ujarnya.
Ia mengatakan deflasi di September ini berdasarkan dua kelompok pengeluaran yang ditunjukkan oleh turunnya indeks harga konsumen pada kelompok.
Dua kelompok pengeluaran lainnya yakni transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar -0,72 persen serta kelompok bahan makanan sebesar -3,07 persen.
"Dua kelompok pengeluaran ini yang menjadi indikator deflasi pada bulan September lalu. Kelompok bahan makanan menyumbang angka paling besar -3,07 persen," katanya.
Adapun lima kelompok pengeluaran lainnya mengalami kenaikan harga, yakni kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,07 persen.
Pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau yang menyumbang angka 0,10 persen, sandang 0,16 persen, kesehatan 0,06 persen serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga menyumbang 0,03 persen.
"Untuk laju inflasi tahun kalender September 2018 Sulawesi Selatan sebesar 2,06 persen dan laju inflasi year on year terhadap September 2017 sebesar 3,09 persen," katanya.
Menurut dia, penghitungan inflasi maupun deflasi Sulawesi Selatan bulan September 2018 didasarkan pada hasil survei harga konsumen yang dilakukan oleh BPS Provinsi Sulawesi Selatan pada pasar tradisional dan pasar modern atau swalayan di lima kota IHK nasional yaitu: Bulukumba, Watampone, Makassar, Parepare dan Palopo.
Kepala BPS Sulsel Yos Rusdiansyah di Makassar, Senin, mengatakan penyebab deflasi di daerah tersebut karena menurunnya beberapa indeks harga-harga.
"Faktor pendorong terjadinya deflasi itu disebabkan adanya penurunan indeks harga pada dua kelompok yang memiliki kontribusi cukup besar," ujarnya.
Ia mengatakan deflasi di September ini berdasarkan dua kelompok pengeluaran yang ditunjukkan oleh turunnya indeks harga konsumen pada kelompok.
Dua kelompok pengeluaran lainnya yakni transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar -0,72 persen serta kelompok bahan makanan sebesar -3,07 persen.
"Dua kelompok pengeluaran ini yang menjadi indikator deflasi pada bulan September lalu. Kelompok bahan makanan menyumbang angka paling besar -3,07 persen," katanya.
Adapun lima kelompok pengeluaran lainnya mengalami kenaikan harga, yakni kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,07 persen.
Pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau yang menyumbang angka 0,10 persen, sandang 0,16 persen, kesehatan 0,06 persen serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga menyumbang 0,03 persen.
"Untuk laju inflasi tahun kalender September 2018 Sulawesi Selatan sebesar 2,06 persen dan laju inflasi year on year terhadap September 2017 sebesar 3,09 persen," katanya.
Menurut dia, penghitungan inflasi maupun deflasi Sulawesi Selatan bulan September 2018 didasarkan pada hasil survei harga konsumen yang dilakukan oleh BPS Provinsi Sulawesi Selatan pada pasar tradisional dan pasar modern atau swalayan di lima kota IHK nasional yaitu: Bulukumba, Watampone, Makassar, Parepare dan Palopo.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPS: Inflasi pada Oktober di Sulsel akhiri tren deflasi beberapa bulan
02 November 2024 7:51 WIB, 2024
Deflasi di Indonesia berkepanjangan: pilih bertahan atau banting setir?
25 October 2024 13:33 WIB, 2024
BPS menilai deflasi selama empat bulan berturut-turut disebabkan suplai melimpah
02 September 2024 13:25 WIB, 2024
Terpopuler - Jasa
Lihat Juga
Puluhan penerbangan Makassar-Cengkareng PP terdampak letusan Anak Krakatau
06 September 2026 9:27 WIB
Kemnaker: Registrasi mitra penyelenggara MagangHub Angkatan 2/2026 ditutup hari ini
15 July 2026 9:03 WIB