Dinsos ajak masyarakat bijak sikapi info adopsi
Jumat, 5 Oktober 2018 18:38 WIB
Ilustrasi - adopsi anak (Istimewa)
Makassar (Antaranews Sulsel) - Dinas Sosial Pemeritah Provinsi Sulawesi Selatan mengajak masyarakat setempat bijaksana menyikapi informasi simpang siur tentang adopsi anak-anak korban bencana alam di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.
"Kami berharap bantuan media untuk memberikan informasi tepat dan jelas. Sekarang ini banyak berita yang simpang siur terkait soal adopsi anak korban gempa dan tsunami," kata Kepala Dinas Sosial Pemprov Sulawesi Selatan Ilham A Gazaling di Asrama Haji Sudiang Makassar, Jumat.
Ia meminta masyarakat tidak mudah percaya dengan kabar tidak benar yang belakangan berkembang, seperti terkait dengan adopsi anak-anak yang menjadi korban bencana alam tersebut.
Ia menjelaskan pemerintah daerah setempat sudah menyiapkan tempat untuk menampung para pengungsi dari Sulawesi Tengah.
Selain itu, katanya, masalah adopsi bukan hal yang mudah karena membutuhkan proses panjang.
Ia menjelaskan jika memang ada anak yang sudah kehilangan keluarga atau menjadi korban gempa dan tsunami, untuk kemudian akan diadopsi, hal tersebut membutuhkan waktu yang tidak singkat.
"Soal isu (adopsi anak, red) merupakan hal yang tidak mudah. Makanya kami mohon bantuan dari teman-teman media untuk meluruskan ke masyarakat," ujarnya.
Belakangan ini memang muncul pesan berantai yang menyebut sekitar 100 anak korban gempa dan tsunami di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Donggala yang mengungsi di TK Akar Panrita Mamminasata Kota Makassar siap diadopsi.
Akibat informasi itu, ratusan warga dari Makassar dan beberapa daerah di Sulsel, berdatangan ke sekolah di Jalan Raya Baruga, Kelurahan Antang, Makassar tersebut.
"Kami berharap bantuan media untuk memberikan informasi tepat dan jelas. Sekarang ini banyak berita yang simpang siur terkait soal adopsi anak korban gempa dan tsunami," kata Kepala Dinas Sosial Pemprov Sulawesi Selatan Ilham A Gazaling di Asrama Haji Sudiang Makassar, Jumat.
Ia meminta masyarakat tidak mudah percaya dengan kabar tidak benar yang belakangan berkembang, seperti terkait dengan adopsi anak-anak yang menjadi korban bencana alam tersebut.
Ia menjelaskan pemerintah daerah setempat sudah menyiapkan tempat untuk menampung para pengungsi dari Sulawesi Tengah.
Selain itu, katanya, masalah adopsi bukan hal yang mudah karena membutuhkan proses panjang.
Ia menjelaskan jika memang ada anak yang sudah kehilangan keluarga atau menjadi korban gempa dan tsunami, untuk kemudian akan diadopsi, hal tersebut membutuhkan waktu yang tidak singkat.
"Soal isu (adopsi anak, red) merupakan hal yang tidak mudah. Makanya kami mohon bantuan dari teman-teman media untuk meluruskan ke masyarakat," ujarnya.
Belakangan ini memang muncul pesan berantai yang menyebut sekitar 100 anak korban gempa dan tsunami di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Donggala yang mengungsi di TK Akar Panrita Mamminasata Kota Makassar siap diadopsi.
Akibat informasi itu, ratusan warga dari Makassar dan beberapa daerah di Sulsel, berdatangan ke sekolah di Jalan Raya Baruga, Kelurahan Antang, Makassar tersebut.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor : Amirullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DPPPA Sulsel Workshop Bersama Forum Partisipasi Publik sejahterakan perempuan
05 November 2019 14:03 WIB, 2019
DPPPA Sulsel ingatkan pentingnya ketersediaan data kesenjangan gender
17 October 2019 9:53 WIB, 2019
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
Antisipasi kekeringan, BPBD Makassar telah distribusikan air bersih 3 juta liter
15 September 2026 13:20 WIB
Pertamina blokir 6.023 nopol kendaraan terkait penyelewengan BBM bersubsidi di Sulawesi
10 September 2026 20:08 WIB