Paparan asap TPA Antang dalam tahap pengujian laboratorium
Rabu, 18 September 2019 10:11 WIB
Penyelia Laboratorium UPTD Lingkungan Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup Sulawesi Selatan Kadri disela aktivitasnya di TPA Tamangapa-Antang, Makassar, Selasa (17/9/2019). ANTARA Foto/ Suriani Mappong
Makassar (ANTARA) - Paparan asap Tempat Pembuangan Akhir akibar kebakaran dalam tiga hari terakhir, kini dalam tahap pengujian laboratorium untuk mengetahui kualitas data di sekitar lokasi itu.
"Salah satu upaya pengujian dengan pemaparan 24 jam, kemudian kita bawa ke lab untuk diketahui hasilnya," kata Penyelia Laboratorium UPTD Lingkungan Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup Sulawesi Selatan Kadri yang di Makassar, Selasa.
Menurut dia, secara umum untuk mengetahui hasil kualitas udara itu membutuhkan waktu 14 hari kerja, namun karena ini keadaan yang lebih darurat, maka kebijakan itu diharapkan dapat diselesaikan dalam waktu tiga hari.
Sementara dari pengamatan visual diakui kondisi udara di sekitar TPA Tamangapa-Antang itu masih belum normal, sehingga masyarakat di sekitar lokasi kebakaran diimbau menggunakan masker dan membatasi diri beraktivitas di luar rumah.
"Jadi warga Antang hendaknya tetap menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah," katanya.
Mengenai kandungan asap yang menyebar di Antang dan hingga ke pusat Kota Makassar pada waktu-waktu tertentu, disebabkan hembusan angin, terdapat zat berbahaya karena mengandung gas metan dari hasil pembusukan aneka sampah yang terbakar.
Berkaitan dengan hal itu, pihak Dinas Kesehatan Kota Makassar sudah membentuk posko di lokasi puskesmas pembantu di TPA Tamangapa, Antang, untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis.
Di lokasi itu, juga disiapkan masker bagi warga dan juga sudah dibagikan sejumlah lokasi dengan total masker yang terbagi sekitar 7.150 lembar sejak hari pertama kebakaran, Minggu (15/9) hingga hari ini.
Hal itu dibenarkan salah seorang warga di kawasan TPA Tamangapa, Antang, Hasni.
Menurut ibu dari dua orang anak balita ini, sejak hari pertama sudah mendapatkan masker dan nasi kotak dari petugas ataupun relawan.
"Saya hanya berharap agar kebakaran ini segera berakhir, karena anak-anak sudah banyak yang batuk-batuk dan sakit akibat asap," katanya.*
Warga di kawasan TPA Hasni bersama anaknya yang terpapar asap dari kebakaran di TPA Tamangapa-Antang, Makassar, Selasa (17/9/2019). ANTARA Foto/ Suriani Mappong
"Salah satu upaya pengujian dengan pemaparan 24 jam, kemudian kita bawa ke lab untuk diketahui hasilnya," kata Penyelia Laboratorium UPTD Lingkungan Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup Sulawesi Selatan Kadri yang di Makassar, Selasa.
Menurut dia, secara umum untuk mengetahui hasil kualitas udara itu membutuhkan waktu 14 hari kerja, namun karena ini keadaan yang lebih darurat, maka kebijakan itu diharapkan dapat diselesaikan dalam waktu tiga hari.
Sementara dari pengamatan visual diakui kondisi udara di sekitar TPA Tamangapa-Antang itu masih belum normal, sehingga masyarakat di sekitar lokasi kebakaran diimbau menggunakan masker dan membatasi diri beraktivitas di luar rumah.
"Jadi warga Antang hendaknya tetap menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah," katanya.
Mengenai kandungan asap yang menyebar di Antang dan hingga ke pusat Kota Makassar pada waktu-waktu tertentu, disebabkan hembusan angin, terdapat zat berbahaya karena mengandung gas metan dari hasil pembusukan aneka sampah yang terbakar.
Berkaitan dengan hal itu, pihak Dinas Kesehatan Kota Makassar sudah membentuk posko di lokasi puskesmas pembantu di TPA Tamangapa, Antang, untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis.
Di lokasi itu, juga disiapkan masker bagi warga dan juga sudah dibagikan sejumlah lokasi dengan total masker yang terbagi sekitar 7.150 lembar sejak hari pertama kebakaran, Minggu (15/9) hingga hari ini.
Hal itu dibenarkan salah seorang warga di kawasan TPA Tamangapa, Antang, Hasni.
Menurut ibu dari dua orang anak balita ini, sejak hari pertama sudah mendapatkan masker dan nasi kotak dari petugas ataupun relawan.
"Saya hanya berharap agar kebakaran ini segera berakhir, karena anak-anak sudah banyak yang batuk-batuk dan sakit akibat asap," katanya.*
Warga di kawasan TPA Hasni bersama anaknya yang terpapar asap dari kebakaran di TPA Tamangapa-Antang, Makassar, Selasa (17/9/2019). ANTARA Foto/ Suriani Mappong
Pewarta : Suriani Mappong
Editor : Amirullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Makassar bebaskan 20 bidang lahan untuk perluasan TPA Antang Tamangapa
30 December 2025 22:21 WIB
Mencari solusi pengelolaan sampah di Makassar, suara hati pekerja TPA Antang
20 December 2025 20:19 WIB
DLH Makassar imbau warga waspada daging sapi asal TPA, waspada coto murah
20 December 2025 18:58 WIB
DLH Sulbar identifikasi TPA sampah terbuka untuk direvitalisasi menjadi "sanitary landfill"
16 April 2025 18:21 WIB
Wagub Sulsel bagikan ratusan sembako bagi petugas TPA Makassar, termasuk penggali kubur
15 March 2025 9:57 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Bantuan emergensi kesehatan berbasis aplikasi hadir di Sulawesi Selatan
17 January 2020 6:16 WIB, 2020
Karyawan Sharp Indonesia laksanakan trauma healing untuk korban banjir
09 January 2020 5:37 WIB, 2020