Disdamkar: titik api di TPA Antang berangsur padam
Jumat, 20 September 2019 10:17 WIB
Petugas pemadam berusaha memadamkan api di TPA Tamangapa, Antang Makassar Sulawesi Selatan yang terbakar sejak senam hari lalu.
Makassar (ANTARA) - Api yang memicu kebakaran di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Tamangapa, Antang Kota Makassar Sulawesi Selatan, sejak enam hari terakhir, kini berangsur-angsur berhasil dipadamkan Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Makassar bersama tim Manggala Agni KLHK.
Sejumlah titik api di wilayah tersebut yang membakar 80 persen lahan TPA seluas 16 hektare lebih, berhasil dipadamkan menggunakan sistem penggabungan nozzle tanam dan jet foam.
"Metode jet foam dimanfaatkan di daerah yang sumber airnya terbatas, karena saat ini kita memasuki musim kemarau diperlukan efisiensi dalam pemadaman api dengan volume air yang sedikit, dan harus segera menambahkan air dalam pemadaman api," kata Kepala Bidang Operasional Damkar Makassar Hasanuddin, Jumat.
Ia menuturkan sejak malam tadi, beberapa titik api sudah dipadamkan dan tidak menimbulkan asap. Ia juga bersyukur mendapat bantuan dari tim Manggala Agni KLHK serta dibantu alat berat dari UPT TPA setempat untuk memudahkan pemadaman.
Selain itu, ada delapan unit water suplay dan tiga unit armada penembak yang dikerahkan untuk memadamkan sejumlah titik api yang menyebar di beberapa blok TPA Antang.
Metode yang digunakan masih sama dengan hari sebelumnya, dengan memanfaatkan flame freeze (membekukan api) yang disemprotkan pada kedalaman 2-3 meter di bawah tumpukan sampah yang terdeteksi sebagai sumber yang berpotensi berkembang menjadi titik api dengan menggunakan nozzle tanam.
Metode nozzle tanam yang digunakan Tim Manggala Agni KLHK diperkuat dengan metode jet foam oleh Dinas Pemadam Kebakaran Makassar dengan menyemprotkan chemical foam atau busa kimia di atas permukaan gunungan sampah.
Selanjutnya, busa yang disemprotkan pada metode jet foam disebut air busa mengandung udara sehingga volume cairannya berubah dari beberapa kali menjadi ratusan kali, dan bisa menutupi objeknya.
Selain itu, busa dari permukaan objek menekan munculnya uap, sehingga dapat mencegah berulangnya kebakaran susulan.
Malah setelah busanya hilang, air akan merembes dan memberikan efek pendingin sehingga busa pemadam api dapat memperbaiki objek yang terbakar dengan daya menutup, menyimpan dan merembes.
"Penggabungan dua metode ini, nozzle tanam dan jet foam dinilai efektif dalam pemadaman api khususnya di area TPA Antang," katanya.
Namun demikian tambah Hasanuddin, dengan metode ini produksi asap yang dihasilkan relatif lebih besar sehingga diminta pengertian dan kerja sama seluruh warga Makassar agar menjauhi di area TPA Antang bagi tidak berkepentingan. Warga dihimbau tetap menggunakan masker untuk melindungi diri dari asap.
Sejumlah titik api di wilayah tersebut yang membakar 80 persen lahan TPA seluas 16 hektare lebih, berhasil dipadamkan menggunakan sistem penggabungan nozzle tanam dan jet foam.
"Metode jet foam dimanfaatkan di daerah yang sumber airnya terbatas, karena saat ini kita memasuki musim kemarau diperlukan efisiensi dalam pemadaman api dengan volume air yang sedikit, dan harus segera menambahkan air dalam pemadaman api," kata Kepala Bidang Operasional Damkar Makassar Hasanuddin, Jumat.
Ia menuturkan sejak malam tadi, beberapa titik api sudah dipadamkan dan tidak menimbulkan asap. Ia juga bersyukur mendapat bantuan dari tim Manggala Agni KLHK serta dibantu alat berat dari UPT TPA setempat untuk memudahkan pemadaman.
Selain itu, ada delapan unit water suplay dan tiga unit armada penembak yang dikerahkan untuk memadamkan sejumlah titik api yang menyebar di beberapa blok TPA Antang.
Metode yang digunakan masih sama dengan hari sebelumnya, dengan memanfaatkan flame freeze (membekukan api) yang disemprotkan pada kedalaman 2-3 meter di bawah tumpukan sampah yang terdeteksi sebagai sumber yang berpotensi berkembang menjadi titik api dengan menggunakan nozzle tanam.
Metode nozzle tanam yang digunakan Tim Manggala Agni KLHK diperkuat dengan metode jet foam oleh Dinas Pemadam Kebakaran Makassar dengan menyemprotkan chemical foam atau busa kimia di atas permukaan gunungan sampah.
Selanjutnya, busa yang disemprotkan pada metode jet foam disebut air busa mengandung udara sehingga volume cairannya berubah dari beberapa kali menjadi ratusan kali, dan bisa menutupi objeknya.
Selain itu, busa dari permukaan objek menekan munculnya uap, sehingga dapat mencegah berulangnya kebakaran susulan.
Malah setelah busanya hilang, air akan merembes dan memberikan efek pendingin sehingga busa pemadam api dapat memperbaiki objek yang terbakar dengan daya menutup, menyimpan dan merembes.
"Penggabungan dua metode ini, nozzle tanam dan jet foam dinilai efektif dalam pemadaman api khususnya di area TPA Antang," katanya.
Namun demikian tambah Hasanuddin, dengan metode ini produksi asap yang dihasilkan relatif lebih besar sehingga diminta pengertian dan kerja sama seluruh warga Makassar agar menjauhi di area TPA Antang bagi tidak berkepentingan. Warga dihimbau tetap menggunakan masker untuk melindungi diri dari asap.
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Makassar bebaskan 20 bidang lahan untuk perluasan TPA Antang Tamangapa
30 December 2025 22:21 WIB
Mencari solusi pengelolaan sampah di Makassar, suara hati pekerja TPA Antang
20 December 2025 20:19 WIB
DLH Makassar imbau warga waspada daging sapi asal TPA, waspada coto murah
20 December 2025 18:58 WIB
DLH Sulbar identifikasi TPA sampah terbuka untuk direvitalisasi menjadi "sanitary landfill"
16 April 2025 18:21 WIB
Wagub Sulsel bagikan ratusan sembako bagi petugas TPA Makassar, termasuk penggali kubur
15 March 2025 9:57 WIB
Pj Gubernur Sulsel salurkan bantuan kepada korban kebakaran TPA Antang
04 September 2024 10:49 WIB, 2024
Terpopuler - Lingkungan Hidup
Lihat Juga
Pj Wali Kota Makassar luncurkan sekolah sampah di Kecamatan Manggala
12 January 2020 17:04 WIB, 2020
Walhi minta Pemprov Sulsel kaji ulang kebijakan penambangan pasir laut
08 January 2020 7:03 WIB, 2020
Pemprov Sulsel siapkan bronjong antisipasi abrasi di Galesong Takalar
07 January 2020 18:56 WIB, 2020
Walhi Sulsel : Abrasi di Galesong Takalar masih disebabkan penambangan pasir
07 January 2020 18:42 WIB, 2020