Makassar (ANTARA News) - Biro Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sulawesi Selatan diminta memperhatikan kelompok penyanyi jalanan dengan membuat program-program yang lebih bermanfaat.

Hal itu disampaikan Sekertaris Provinsi Sulsel HA Muallim saat menerima pengurus Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ), saat melakukan audiens dalam rangka pelaksanaan berbagai jenis kegiatan seni dan budaya di Makassar, Rabu.

Dalam kesempatan itu, perwakilan KPJ meminta dukungan Pemprov Sulsel untuk mendukung kegiatan mereka yang dikemas dalam event bertema "Kembali ke Kampoeng Hijau", yang direncanakan berlangsung  27-29 juli 2010 di Kampoeng Seni KPJ, taman segi tiga Jl. Sultan Hasanuddin Makassar.

Pengurus KPJ, M Tahir mengungkapkan kegiatan yang akan digelar dalam event Kembali ke Kampoeng Hijau ini akan dilakukan dengan gerakan penanaman bibit pohon untuk melestarikan fungsi taman kota, menghijaukan kota Makassar dan membantu pemerintah dalam menyukseskan kegiatan "Go Green".

Di samping itu juga akan digelar pementasan musik, tari, teatrikal, pameran seni rupa dan kerajinan, serta pasar seni.

Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada para pelaku seni termasuk seniman lukis dan kerajinan khsusunya yang ada di Makassar untuk berkarya, menampilkan dan mengapresiasikan karya seni dan kreatifitas mereka kepada masyarakat luas, imbuh Mitha pengurus KPJ yang dipercayakan menjadi ketua panitia dalam pelaksanaan kegiatan itu.

Merespon hal tersebut, Muallim mengaku mendukung dan memberikan apresiasi positif terhadap ide dan kreatif yang digagas KPJ untuk melaksanakan kegiatan yang tidak hanya bermanfaat bagi komunitas mereka tetapi dampaknya juga sangat bermanfaat bagi masyarakat dan pemerintah.

Bahkan Muallim meminta Biro Kesra Setda Prov Sulsel untuk membuat program yang dapat dikerjasamakan dengan KPJ dalam bentuk pembinaan terhadap komunitas seni khsusnya bagi para anggota kelompok penyanyi jalanan Makassar yang beranggotakan sekitar 200 orang yang bukan saja berasal dari kalangan penyanyi dan pemusik tetapi juga dari pelukis, pengerajin, penata taman dan tanaman hias.

Muallim juga mengingatkan agar organisasi KPJ sebagai wadah tempat berhimpunnya para penyanyi, pemusik, pengrajin serta pelukis jalanan ini, dapat dibenahi terutama dari aspek legalitasnya yang harus terdaftar di Badan Kesatuan Bangsa, agar ke depan dalam menjalankan berbagai kegiatan dan program kerjanya tidak lagi mengalami hambatan.

Wakil Ketua KPJ, Rudy menyambut baik respon Pemprov Sulsel dan mengaku salah satu kegiatan yang sangat tepat untuk dikerjasamakan adalah kegiatan "Klinik Musik" yaitu kegiatan pembinaan dan pelatihan kepada penyanyi dan pemusik jalanan yang dapat dilaksanakan dalam bentuk pelatihan.

Setelah mereka betul-betul mahir dan terampil, selanjutnya dilakukan kerja sama dengan pengelola rumah makan dan restoran agar mereka bisa menyalurkan bakat seninya untuk tampil menghibur para pengunjung secara profesional. (T.KR-HK/S016)