Gunung Kidul tetap ketatkan protokol kesehatan pariwisata
Jumat, 25 September 2020 18:48 WIB
Pantai Kukup di Gunung Kidul. (Foto ANTARA/Sutarmi)
Gunung Kidul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tetap memberlakukan protokol kesehatan bidang pariwisata secara ketat mengingat jumlah pengunjung sejak diberlakukan uji coba pembukaan untuk umum pada Juni hingga 24 September mencapai 521.649 orang.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunung Kidul Harry Sukmono di Gunung Kidul, Jumat, mengatakan pihaknya saat ini, kunjungan wisatawan sangat fluktuatif karena tidak ada libur panjang, hanya mengandalkan objek wisata yang sudah diuji coba.
"Kami tetap menerapkan protokol kesehatan bidang pariwisata secara ketat, khususnya pada libur Sabtu dan Minggu. Kami tidak ingin objek wisata menjadi klaster penyebaran COVID-19," kata Harry.
Ia mengatakan kunjungan wisatawan pada awal tahun sampai Maret 2020 mencapai 705.959 orang di seluruh destinasi wisata yang sudah ditarik retribusi oleh pemerintah. Pada April dan Mei seluruh destinasi wisata ditutup total akibat pandemi. Selanjutnya, jumlah pengunjung Juni sampai 24 September 2020 mendapai 521.649 orang.
"Pada bulan Agustus menjadi puncak kunjungan wisata masa pandemi kawasan wisata 243.992 orang. Hal ini karena pada Agustus banyak hari libur," katanya.
Harry mengatakan sampai saat ini, masih ada beberapa objek wisata yang dibelum dilakukan karena menunggu kesiapan infrastruktur pendukung dan kesiapan pengelola dalam menerapkan protokol kesehatan bidang pariwisata. Adapun objek wisata yang belum uji coba, yakni Gunung Gambar, Hutan Wonosadi, Gunung Gentong, Green Village Gedangsari, dan Pantai Ngeden. Aktivitas wisata di Gunung Kidul harus tetap didasarkan pada protokol kesehatan yang ketat.
"Pengunjung tetap diwajibkan mengenakan masker hingga pembatasan jumlah pengunjung dan operasional wisata," katanya.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunung Kidul Harry Sukmono di Gunung Kidul, Jumat, mengatakan pihaknya saat ini, kunjungan wisatawan sangat fluktuatif karena tidak ada libur panjang, hanya mengandalkan objek wisata yang sudah diuji coba.
"Kami tetap menerapkan protokol kesehatan bidang pariwisata secara ketat, khususnya pada libur Sabtu dan Minggu. Kami tidak ingin objek wisata menjadi klaster penyebaran COVID-19," kata Harry.
Ia mengatakan kunjungan wisatawan pada awal tahun sampai Maret 2020 mencapai 705.959 orang di seluruh destinasi wisata yang sudah ditarik retribusi oleh pemerintah. Pada April dan Mei seluruh destinasi wisata ditutup total akibat pandemi. Selanjutnya, jumlah pengunjung Juni sampai 24 September 2020 mendapai 521.649 orang.
"Pada bulan Agustus menjadi puncak kunjungan wisata masa pandemi kawasan wisata 243.992 orang. Hal ini karena pada Agustus banyak hari libur," katanya.
Harry mengatakan sampai saat ini, masih ada beberapa objek wisata yang dibelum dilakukan karena menunggu kesiapan infrastruktur pendukung dan kesiapan pengelola dalam menerapkan protokol kesehatan bidang pariwisata. Adapun objek wisata yang belum uji coba, yakni Gunung Gambar, Hutan Wonosadi, Gunung Gentong, Green Village Gedangsari, dan Pantai Ngeden. Aktivitas wisata di Gunung Kidul harus tetap didasarkan pada protokol kesehatan yang ketat.
"Pengunjung tetap diwajibkan mengenakan masker hingga pembatasan jumlah pengunjung dan operasional wisata," katanya.
Pewarta : Sutarmi
Editor : Suriani Mappong
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DPR setujui 10 nama jadi anggota Dewas BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan
10 February 2026 12:59 WIB
Menkes usul reaktivasi JKN otomatis sementara terkait penonaktifan kepersetaan PBI JK
09 February 2026 12:08 WIB
Sekda Makassar: Forum Perangkat Daerah kunci sinkronisasi program kesehatan 2027
03 February 2026 10:28 WIB
Terpopuler - Wisata
Lihat Juga
Kemenpar tugaskan Poltekpar Makassar pantau destinasi wisata hadapi libur Nataru
24 December 2025 4:58 WIB
LKBN ANTARA promosi budaya dan ekraf lewat Festival Fotografi Celebes di Toraja Utara
14 December 2025 6:03 WIB
Wamen Pariwisata : Pemda harus hadir mendukung kegiatan berkualitas daerah
25 September 2025 12:46 WIB
Sulbar tampilkan tenun Sekomandi dan Saqbe Mandar di ajang Fesyar KTI 2025
04 September 2025 19:03 WIB
Kemenpar gandeng BIMP-EAGA jajaki potensi wisata Geopark Rammang-Rammang Maros
23 August 2025 17:28 WIB