Disdagkop UKM Luwu Timur gelar operasi pasar gula pasir
Minggu, 1 November 2020 19:15 WIB
Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Luwu Timur menggelar operasi pasar di halaman Kantornya, Senin (18/5/2020). ANTARA/HO-Diskominfo Lutim
Malili (ANTARA) - Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Luwu Timur (Disdagkop) menggelar operasi pasar di halaman Disdagkop setempat, Senin (18/5/2020).
Kepala Disdagkop dan UKM Kabupaten Luwu Timur Hj Rosmiyati Alwy mengatakan operasi pasar gula pasir yang digelar ini bekerjasama dengan Bulog yang menyediakan 1 ton untuk menekan harga gula pasir.
“Dalam operasi pasar ini, gula pasir dijual dengan harga Rp. 12.500 per kgnya,” kata Hj. Rosmiyati Alwy.
Dia menambahkan, agar masyarakat bisa mendapatkan gula pasir di pasar murah, pihaknya membatasi jumlah pembelian.
“Setiap warga hanya diperbolehkan membeli sebanyak 2 kg saja,” katanya.
Tujuannya, kata Rosmiyati, tidak lain untuk meringankan beban konsumen terhadap pembelian gula pasir yang kini dijual di bawah harga normal.
“Harga normal gula pasir saat ini berkisar Rp 18 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram, sehingga memberatkan konsumen untuk mendapatkan gula dalam harga normal,” ujarnya.
Menurutnya, di tengah pandemi virus corona atau COVID-19, dalam operasi pasar ini pihaknya tetap melakukan protokol kesehatan, dengan menyediakan tempat cuci tangan, warga antrean dengan jarak, dan wajib memakai masker.
“Warga yang ingin membeli gula pasir diwajibkan memakai masker, mencuci tangan terlebih dahulu serta petugas mengatur jarak. Jika tidak memakai masker petugas kami tidak akan melayani,” tegasnya. (*/Adv)
Kepala Disdagkop dan UKM Kabupaten Luwu Timur Hj Rosmiyati Alwy mengatakan operasi pasar gula pasir yang digelar ini bekerjasama dengan Bulog yang menyediakan 1 ton untuk menekan harga gula pasir.
“Dalam operasi pasar ini, gula pasir dijual dengan harga Rp. 12.500 per kgnya,” kata Hj. Rosmiyati Alwy.
Dia menambahkan, agar masyarakat bisa mendapatkan gula pasir di pasar murah, pihaknya membatasi jumlah pembelian.
“Setiap warga hanya diperbolehkan membeli sebanyak 2 kg saja,” katanya.
Tujuannya, kata Rosmiyati, tidak lain untuk meringankan beban konsumen terhadap pembelian gula pasir yang kini dijual di bawah harga normal.
“Harga normal gula pasir saat ini berkisar Rp 18 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram, sehingga memberatkan konsumen untuk mendapatkan gula dalam harga normal,” ujarnya.
Menurutnya, di tengah pandemi virus corona atau COVID-19, dalam operasi pasar ini pihaknya tetap melakukan protokol kesehatan, dengan menyediakan tempat cuci tangan, warga antrean dengan jarak, dan wajib memakai masker.
“Warga yang ingin membeli gula pasir diwajibkan memakai masker, mencuci tangan terlebih dahulu serta petugas mengatur jarak. Jika tidak memakai masker petugas kami tidak akan melayani,” tegasnya. (*/Adv)
Pewarta : Yul/Darim
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Demo pemekaran Luwu Raya lumpuhkan pasokan BBM, harga pertalite Rp35.000/liter
26 January 2026 18:37 WIB
Warga Luwu tagih janji pemekaran: Jalan ditutup, aksi Aliansi Wija To Luwu meluas
24 January 2026 9:28 WIB
Terpopuler - Jasa
Lihat Juga
Menkeu Purbaya tambah DAU Rp7,66 triliun untuk THR dan gaji ke-13 guru ASN daerah
29 December 2025 18:40 WIB
PLN UUD Sulselrabar kembali terjunkan 21 personel, pulihkan listrik di Aceh
19 December 2025 18:30 WIB
Menkeu Purbaya: Anggaran penanganan bencana Sumatera tak hambat laju ekonomi
15 December 2025 15:31 WIB