NTP Perikanan Sulsel Turun
Rabu, 1 Desember 2010 17:31 WIB
Makassar (ANTARA News) - Nilai Tukar Petani di Sulawesi Selatan khususnya di sektor perikanan mengalami penurunan selama November 2010 sebesar 0,66 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan Bambang Suprijanto mengatakan, di Makassar, Rabu, perubahan indeks yang iterima minus 0,54 persen, relatif lebih kecil bila dibandingkan perubahan pada indeks yang dibayar (Ib) sebesar 0,12 persen.
Menurut Bambang, penurunan pada indeks yang diterima petani akibat perubahan pada sub kelompok budidaya yang turun 0,55 persen dan sub kelompok penangkapan ikan laut yang turun 0,53 persen.
Dikatakannya, angka ini berbanding terbalik dengan indeks yang harus dibayar petani yang justru mengalami kenaikan pada konsumsi rumah tangga serta Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) yang masing-masing naik 0,10 persen dan 0,17 persen.
Meskipun NTP Sulsel di sektor perikanan terjadi penurunan, namun empat sub sektor lainnya seperti sub sektor padi dan palawija, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat dan peternakan masing-masing mengalami kenaikan.
Kenaikan keempat sub sektor itu telah menyebabkan NTP Sulsel selama November tahun ini naik sebesar 0,83 persen bila dibandingkan NTP Sulsel di Oktober lalu.
Kenaikan indeks harga hasil produksi pertanian lebih besar dibandingkan dengan kenaikan indeks harga barang dan jasa yang di konsumsi rumah tangga maupun keperluan produksi pertanian.
Inflasi di daerah pedesaan di Sulsel pada November ini sebesar 0,23 persen yang terjadi kenaikan di beberapa kelompok seperti bahan makanan 0,33 persen, makanan jadi 0,26 persen, sandang 0,42 persen, kesehatan 0,09 persen serta pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,26 persen. (T.KR-HK/S016)Â
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan Bambang Suprijanto mengatakan, di Makassar, Rabu, perubahan indeks yang iterima minus 0,54 persen, relatif lebih kecil bila dibandingkan perubahan pada indeks yang dibayar (Ib) sebesar 0,12 persen.
Menurut Bambang, penurunan pada indeks yang diterima petani akibat perubahan pada sub kelompok budidaya yang turun 0,55 persen dan sub kelompok penangkapan ikan laut yang turun 0,53 persen.
Dikatakannya, angka ini berbanding terbalik dengan indeks yang harus dibayar petani yang justru mengalami kenaikan pada konsumsi rumah tangga serta Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) yang masing-masing naik 0,10 persen dan 0,17 persen.
Meskipun NTP Sulsel di sektor perikanan terjadi penurunan, namun empat sub sektor lainnya seperti sub sektor padi dan palawija, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat dan peternakan masing-masing mengalami kenaikan.
Kenaikan keempat sub sektor itu telah menyebabkan NTP Sulsel selama November tahun ini naik sebesar 0,83 persen bila dibandingkan NTP Sulsel di Oktober lalu.
Kenaikan indeks harga hasil produksi pertanian lebih besar dibandingkan dengan kenaikan indeks harga barang dan jasa yang di konsumsi rumah tangga maupun keperluan produksi pertanian.
Inflasi di daerah pedesaan di Sulsel pada November ini sebesar 0,23 persen yang terjadi kenaikan di beberapa kelompok seperti bahan makanan 0,33 persen, makanan jadi 0,26 persen, sandang 0,42 persen, kesehatan 0,09 persen serta pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,26 persen. (T.KR-HK/S016)Â
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPS: Inflasi Sulsel capai 3,56 persen pada Juni 2026, emas jadi penyumbang utama
01 July 2026 22:15 WIB
BPS: Transportasi udara dan laut di Sulsel meningkat signifikan per Maret 2026
05 May 2026 20:59 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Kian meresahkan, Gubernur Sulsel bentuk satgas awasi BBM dan elpiji 3 kg
09 September 2026 10:33 WIB
GM PLN UID Sulselrabar tinjau optimalisasi pembangkit listrik di Sulbagsel
09 September 2026 5:01 WIB