Kepala BKKBN : Literasi menstruasi dan kespro masih rendah
Jumat, 13 November 2020 8:40 WIB
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr Hasto Wardoyo pada webinar dan peluncuran Website “Charm Girl’s" yang diikuti penggiat kesehatan, pendidikan dan media di wilayah Timur dan Barat Indonesia, Kamis (12/11/2020). ANTARA/Suriani Mappong
Makassar (ANTARA) - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr Hasto Wardoyo mengatakan, literasi terkait menstruasi dan kesehatan reproduksi (kespro) pada anak remaja masih rendah.
"Pengetahuan terkait menstruasi dan kespro adalah masalah yang sangat penting untuk perempuan, sehingga dibutuhkan peranan semua pihak untuk membantu memberikan pemahaman itu," kata dr Hasto pada webinar dan peluncuran Website “Charm Girl’s" yang diikuti penggiat kesehatan, pendidikan dan media di wilayah Timur dan Barat Indonesia, Kamis.
Dia mengatakan, pengetahuan dan informasi yang lengkap terkait penanganan menstruasi awal pada anak remaja dan juga menjaga kebersihan alat-alat reproduksinya sangatlah penting, sehingga keterlibatan orang tua dan guru menjadi penentu.
"Banyak anak-anak SD dan SMP yang tidak mengkomunikasikan menstruasi pertamanya (menarche) pada orang tuanya atau guru, karena alasan malu, sehingga tidak tahu bagaimana penanganan menstruasinya," katanya.
Berkaitan dengan hal tersebut, pihaknya meminta agar seluruh pihak BKKBN di provinsi menggencarkan sosialisasi kespro pada anak-anak jelang remaja dan tidak menganggap tabu dibahas, termasuk menyelaraskan pengertian itu dengan para pemuka agama.
Dalam perkembangannya, lanjut dia, fenomena baru yang terjadi adalah menarche kini dialami oleh anak perempuan yang usianya cenderung lebih muda, jika sebelumnya menarche dialami oleh remaja perempuan berumur 11 – 14 tahun, pada masa ini, di sebuah penelitian ditemukan bahwa anak perempuan sudah mengalami menstruasi pertama kali di umur 9-11 tahun (Anita, 2018).
"Hal ini terjadi karena pengaruh perubahan pola makan dan gaya hidup, dengan fenomena anak-anak lebih memilih makanan junk food atau pun makanan instan, akibatnya anak cenderung obesitas dan juga mempengaruhi hormon tubuhnya," kata Hasto yang juga adalah dokter ahli kandungan.
Mencermati kondisi tersebut, menurut Hasto, diperlukan informasi massif terkait kespro dan menarche pada khususnya yang dapat diakses kapan dan di mana saja melalui telepon seluler.
Seiring dengan konteks tersebut, bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional, PT Uni-Charm Indonesia Tbk meluncurkan Website “Charm Girl’s Talk” Edukasi Menstruasi Untuk Anak.
"Sebagai produk kewanitaan dan telah menjadi brand bagi perempuan Indonesia untuk kategori pembalut, kami memiliki tanggung jawab tidak hanya untuk inovasi dan pengembangan produk, tetapi juga tanggung jawab sosial untuk menjadi pionir dalam mengedukasi masalah menstruasi di Indonesia.
Menstruasi merupakan komponen esensial dari kesehatan reproduksi, sehingga pendidikan tentang menstruasi sangat penting, apalagi saat ini menarche sudah dialami sejak usia dini”, ujar President Director PT Uni-Charm Indonesia Tbk Yuji Ishii pada kesempatan yang sama.
Berkaitan dengan hal tersebut, lanjut dia, pihaknya memberikan konten edukatif yang dapat diandalkan untuk bertanya seputar kespro melalui website' Charm Girls’ itu yang dilengkapi dengan fitur games, sehingga anak tidak merasa bosan dalam mempelajari menstruasi.
Sementara itu, Ahli Gizi Beta Sindiana, S.Gz mengatakan, salah satu faktor dari semakin dininya usia menarche adalah gaya hidup dan pola makan. Karena itu, peran orang tua dan guru yang selalu berhubungan dengan anak harus dapat mengedukasi.
Hal senada dikemukakan Ahli Utama Kemedikbud Dr Poppy Dewi Puspitawati MA. Menurut dia, kehadiran Charm dalam memberikan edukasi kesehatan reproduksi bagi anak dan remaja perempuan khususnyan mengenai menstruasi yang merupakan salah satu perhatian dari Kemendikbud.
Kegiatan webinar dan peluncuran website “Charm Girl’s" . ANTARA Foto/ HO/Humas Charm Indonesia
Dia mengatakan, menstruasi anak mempengaruhi tingkat partisipasi sekolah berdasarkan data Kemdikbud tahun 2019, oleh sebab itu, penting bagi fasilitator untuk dapat memberikan edukasi yang mumpuni, termasuk juga kepada orang tua yang merasa kesulitan untuk menjelaskan perihal menstruasi kepada putra putrinya.
"Website edukatif seperti yang diluncurkan Charm ini merupakan salah satu dukungan masyarakat bagi dunia pendidikan, khususnya kesehatan reproduksi bagi anak dan remaja perempuan," katanya.
"Pengetahuan terkait menstruasi dan kespro adalah masalah yang sangat penting untuk perempuan, sehingga dibutuhkan peranan semua pihak untuk membantu memberikan pemahaman itu," kata dr Hasto pada webinar dan peluncuran Website “Charm Girl’s" yang diikuti penggiat kesehatan, pendidikan dan media di wilayah Timur dan Barat Indonesia, Kamis.
Dia mengatakan, pengetahuan dan informasi yang lengkap terkait penanganan menstruasi awal pada anak remaja dan juga menjaga kebersihan alat-alat reproduksinya sangatlah penting, sehingga keterlibatan orang tua dan guru menjadi penentu.
"Banyak anak-anak SD dan SMP yang tidak mengkomunikasikan menstruasi pertamanya (menarche) pada orang tuanya atau guru, karena alasan malu, sehingga tidak tahu bagaimana penanganan menstruasinya," katanya.
Berkaitan dengan hal tersebut, pihaknya meminta agar seluruh pihak BKKBN di provinsi menggencarkan sosialisasi kespro pada anak-anak jelang remaja dan tidak menganggap tabu dibahas, termasuk menyelaraskan pengertian itu dengan para pemuka agama.
Dalam perkembangannya, lanjut dia, fenomena baru yang terjadi adalah menarche kini dialami oleh anak perempuan yang usianya cenderung lebih muda, jika sebelumnya menarche dialami oleh remaja perempuan berumur 11 – 14 tahun, pada masa ini, di sebuah penelitian ditemukan bahwa anak perempuan sudah mengalami menstruasi pertama kali di umur 9-11 tahun (Anita, 2018).
"Hal ini terjadi karena pengaruh perubahan pola makan dan gaya hidup, dengan fenomena anak-anak lebih memilih makanan junk food atau pun makanan instan, akibatnya anak cenderung obesitas dan juga mempengaruhi hormon tubuhnya," kata Hasto yang juga adalah dokter ahli kandungan.
Mencermati kondisi tersebut, menurut Hasto, diperlukan informasi massif terkait kespro dan menarche pada khususnya yang dapat diakses kapan dan di mana saja melalui telepon seluler.
Seiring dengan konteks tersebut, bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional, PT Uni-Charm Indonesia Tbk meluncurkan Website “Charm Girl’s Talk” Edukasi Menstruasi Untuk Anak.
"Sebagai produk kewanitaan dan telah menjadi brand bagi perempuan Indonesia untuk kategori pembalut, kami memiliki tanggung jawab tidak hanya untuk inovasi dan pengembangan produk, tetapi juga tanggung jawab sosial untuk menjadi pionir dalam mengedukasi masalah menstruasi di Indonesia.
Menstruasi merupakan komponen esensial dari kesehatan reproduksi, sehingga pendidikan tentang menstruasi sangat penting, apalagi saat ini menarche sudah dialami sejak usia dini”, ujar President Director PT Uni-Charm Indonesia Tbk Yuji Ishii pada kesempatan yang sama.
Berkaitan dengan hal tersebut, lanjut dia, pihaknya memberikan konten edukatif yang dapat diandalkan untuk bertanya seputar kespro melalui website' Charm Girls’ itu yang dilengkapi dengan fitur games, sehingga anak tidak merasa bosan dalam mempelajari menstruasi.
Sementara itu, Ahli Gizi Beta Sindiana, S.Gz mengatakan, salah satu faktor dari semakin dininya usia menarche adalah gaya hidup dan pola makan. Karena itu, peran orang tua dan guru yang selalu berhubungan dengan anak harus dapat mengedukasi.
Hal senada dikemukakan Ahli Utama Kemedikbud Dr Poppy Dewi Puspitawati MA. Menurut dia, kehadiran Charm dalam memberikan edukasi kesehatan reproduksi bagi anak dan remaja perempuan khususnyan mengenai menstruasi yang merupakan salah satu perhatian dari Kemendikbud.
Kegiatan webinar dan peluncuran website “Charm Girl’s" . ANTARA Foto/ HO/Humas Charm Indonesia
Dia mengatakan, menstruasi anak mempengaruhi tingkat partisipasi sekolah berdasarkan data Kemdikbud tahun 2019, oleh sebab itu, penting bagi fasilitator untuk dapat memberikan edukasi yang mumpuni, termasuk juga kepada orang tua yang merasa kesulitan untuk menjelaskan perihal menstruasi kepada putra putrinya.
"Website edukatif seperti yang diluncurkan Charm ini merupakan salah satu dukungan masyarakat bagi dunia pendidikan, khususnya kesehatan reproduksi bagi anak dan remaja perempuan," katanya.
Pewarta : Suriani Mappong
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bupati Jeneponto raih penghargaan pelaksana PK-25 dari Kemendukbangga/BKKBN
26 November 2025 17:31 WIB
BKKBN Sulsel gandeng Dinas PP dan KB Makassar turunkan angka stunting
02 February 2025 5:17 WIB, 2025
Deputi Setwapres: Masih ada lima provinsi dengan prevalensi stunting di atas 30 persen
10 September 2024 17:22 WIB, 2024
BKKBN: Harganas momentum revitalisasi peran keluarga untuk pembangunan
03 September 2024 1:01 WIB, 2024