Makassar (ANTARA News) - Tujuh mahasiswa Universitas Fajar Makassar, terancam dikeluarkan dari kampusnya gara-gara mereka berunjuk rasa menuntut akreditasi dan transparansi anggaran kemahasiswaan.

"Ada tujuh orang terancam dikeluarkan setelah melakukan unjuk rasa Senin (29/11)," kata ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Unifa, Ardiansyah di Makassar, Kamis.

Hanya saja tujuh nama tersebut belum jelas karena akademik belum mengumumkannya, namun ia menduga kemungkinan yang mendapat sanksi dikeluarkan (drop out) adalah ketua BEM dan semua ketua himpunan maupun koordinator aksi.

Unjuk rasa yang dilaksanakan di depan rektorat dengan membakar ban, menurut Ardiyansyah, salah satu bentuk kekecewaan karena mereka tidak mau saat menjadi alumni ijazah mereka ditolak karena akreditasinya tidak memenuhi syarat.

"Ada sejumlah alumni merasa dibohongi, karena menurut beberapa pejabat Unifa mengaku jika akreditasi Unifa B ternyata setelah di cek ternyata hanya C," ujarnya.

Selain itu, mereka menuntut transparansi pengelolaan anggaran dari tingginya kewajiban yang harus dibayar mahasiswa yang mencapai Rp3 juta per semester untuk angkatan 2010, sementara fasilitas perkuliahan dianggap tidak sepadan.

Sementara pelaksana tugas Rektor Unifa, Muhammad Akbar membenarkan jika ada sejumlah mahasiswa yang akan diberhentikan dan diskorsing karena menggelar unjuk rasa yang dinilai melanggar aturan kampus.

"Mereka memboikot perkuliahan, membakar ban di depan rektorat dan pencemaran nama baik," ujarnya.

Akbar menyebutkan, tuntutan mahasiswa terkait alumni Unifa tidak lulus seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2010 karena akreditasi C tidak terbukti.

"Itu tidak terbukti karena tidak ada yang melamar. Ini salah satu pencemaran nama baik," ujarnya.

Dia juga akan membawa mahasiswa yang dianggap dalang unjuk rasa di dalam persidangan komisi disiplin Unifa. (T.pso-099/S016)