Makassar (ANTARA News) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan menerima draf Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2010 dari Gubernur Syahrul Yasin Limpo.  

"Drafnya sudah masuk, kami sudah serahkan kepada masing-masing fraksi untuk dipelajari," kata Ketua DPRD Sulsel di Makassar, Rabu.

Mengenai jumlah Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silva) APBD 2010 dalam LKPJ, ia mengatakan, belum mengetahuinya karena dirnya belum membuka draf tersebut.

Sidang paripurna pertama pembahasan LKPJ tersebut direncanakan awal pekan ketiga April.

DPRD harus berkonsentrasi penuh untuk menuntaskan LKPJ sebab pembahasannya dilaksanakan maksimal satu bulan, terhitung setelah panitia khusus (Pansus) terbentuk.
"Kami akan buat pansus besar di atas 30 anggota DPRD untuk mempercepat ini. Kami akan tentukan jadwalnya dalam rapat Badan Musyawarah setelah empat pansus melakukan kunjungan," ucapnya.

Saat ini, DPRD Sulsel disibukkan dengan empat pansus yang baru terbentuk dengan masing-masing pansus melakukan kunjungan ke daerah maupun ke provinsi lain, yang direncanakan tuntas pekan depan.

Roem yang juga mantan anggota DPR RI menyatakan, walaupun ada empat pansus yang berjalan, namun pansus LKPJ tetap diprioritaskan karena dibatasi waktu.

DPRD juga masih menunggu laporan dari pemeriksaan APBD dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk disinergikan dalam pembahasan LKPJ.

Total APBD Sulsel 2010 setelah perubahan sekitar Rp2,5 triliun yang terdiri atas belanja tidak langsung Rp1,65 triliun dan belanja langsung Rp870 miliar. Sedangkan target pendapatan sekitar Rp2,47 triliun.

Ketua Fraksi PKS DPRD Sulsel Amru Saher mengatakan, belum melihat draf LKPJ tersebut. Namun ia yakin Silpa APBD 2010 lebih kecil dibanding Silpa APBD 2009.(T.KR-AAT/N002)