Kemenkeu: PMI manufaktur RI ekspansi ke level 52,2 di September
Jumat, 1 Oktober 2021 10:34 WIB
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu dalam taklimat media secara daring di Jakarta, Jumat (1/10/2021). ANTARA/Agatha Olivia
Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu mengatakan purchasing managers' index (PMI) manufaktur Indonesia kembali mencatatkan ekspansi sangat kuat ke level 52,2 pada September 2021, dari 43,7 pada Agustus 2021.
"Lagi-lagi, kita mendapatkan konfirmasi bagaimana aktivitas ekonomi sudah pulih dengan sangat cepat dan ini sejalan dengan keberhasilan Indonesia menangani varian Delta selama dua sampai tiga bulan terakhir," ujar Febrio dalam taklimat media secara daring di Jakarta, Jumat.
Menurutnya, kabar kenaikan angka PMI manufaktur tersebut sangat menggembirakan dan tentunya akan mengonfirmasi hitungan mengenai proyeksi pertumbuhan ekonomi triwulan III 2021.
Adapun Kemenkeu memproyeksikan ekonomi triwulan ketiga tahun ini di rentang empat persen sampai lima persen, sehingga secara keseluruhan 2021 akan berada di antara 3,7 persen hingga 4,5 persen.
Selain itu, Febrio memperkirakan konsumsi masyarakat ke depannya juga akan membaik dan memang sudah terlihat tanda-tandanya antara lain dari indeks keyakinan konsumen (IKK) dan indeks penjualan ritel (IPR).
"Maka dari itu, angka-angka ini akan terus kami pantau ke depan," tegasnya.
Ia berpendapat bahwa perbaikan ekspansi PMI manufaktur Indonesia masih belum diikuti banyak negara yang masih menghadapi tantangan yang sangat kuat dari COVID-19 varian Delta.
Perbaikan PMI manufaktur RI tersebut salah satunya disebabkan oleh pelonggaran restriksi di tengah penurunan kasus COVID-19 yang memungkinkan sektor manufaktur untuk kembali bertumbuh pada September 2021, setelah terkontraksi cukup dalam pada Juli yakni 40,1.
"Lagi-lagi, kita mendapatkan konfirmasi bagaimana aktivitas ekonomi sudah pulih dengan sangat cepat dan ini sejalan dengan keberhasilan Indonesia menangani varian Delta selama dua sampai tiga bulan terakhir," ujar Febrio dalam taklimat media secara daring di Jakarta, Jumat.
Menurutnya, kabar kenaikan angka PMI manufaktur tersebut sangat menggembirakan dan tentunya akan mengonfirmasi hitungan mengenai proyeksi pertumbuhan ekonomi triwulan III 2021.
Adapun Kemenkeu memproyeksikan ekonomi triwulan ketiga tahun ini di rentang empat persen sampai lima persen, sehingga secara keseluruhan 2021 akan berada di antara 3,7 persen hingga 4,5 persen.
Selain itu, Febrio memperkirakan konsumsi masyarakat ke depannya juga akan membaik dan memang sudah terlihat tanda-tandanya antara lain dari indeks keyakinan konsumen (IKK) dan indeks penjualan ritel (IPR).
"Maka dari itu, angka-angka ini akan terus kami pantau ke depan," tegasnya.
Ia berpendapat bahwa perbaikan ekspansi PMI manufaktur Indonesia masih belum diikuti banyak negara yang masih menghadapi tantangan yang sangat kuat dari COVID-19 varian Delta.
Perbaikan PMI manufaktur RI tersebut salah satunya disebabkan oleh pelonggaran restriksi di tengah penurunan kasus COVID-19 yang memungkinkan sektor manufaktur untuk kembali bertumbuh pada September 2021, setelah terkontraksi cukup dalam pada Juli yakni 40,1.
Pewarta : Agatha Olivia Victoria
Editor : Suriani Mappong
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
125 WNI selamat dalam kebakaran apartemen Wang Fuk Court di Hong Kong, 5 masih dicari
04 December 2025 8:59 WIB
BP3MI Sulsel memfasilitasi pelatihan barista bagi calon PMI ke luar negeri
30 October 2025 21:28 WIB
Cegah PMI non-prosedural, Imigrasi Polman gelar sosialisasi keimigrasian di Mamasa
10 October 2025 18:16 WIB
Terpopuler - Jasa
Lihat Juga
Menkeu Purbaya tambah DAU Rp7,66 triliun untuk THR dan gaji ke-13 guru ASN daerah
29 December 2025 18:40 WIB
PLN UUD Sulselrabar kembali terjunkan 21 personel, pulihkan listrik di Aceh
19 December 2025 18:30 WIB
Menkeu Purbaya: Anggaran penanganan bencana Sumatera tak hambat laju ekonomi
15 December 2025 15:31 WIB