Kemendagri minta Pemkot Palopo menyusun ketersediaan bahan pokok
Jumat, 26 April 2024 0:16 WIB
Pj Wali Kota Palopo Asrul Sani bersama jajarannya saat menghadiri rapat bersama dengan Tim Evaluasi Kemendagri membahas berbagai hal seperti penanganan inflasi dan stunting di Kemendagri. ANTARA/HO/Pemkot Palopo.
Makassar (ANTARA) - Tim Evaluasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta kepada Pemerintah Kota Palopo Sulawesi Selatan agar menyusun ketersediaan dan kebutuhan bahan pokok makanannya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemkot Palopo Asmuradi Budi dalam keterangannya yang diterima di Makassar Kamis mengatakan, beberapa rekomendasi dan permintaan itu disampaikan oleh Tim Evaluasi Kemendagri saat Pj Wali Kota Palopo Asrul Sani menghadiri rapat yang dilaksanakannya.
"Pak Pj wali kota sedang menghadiri rapat bersama dengan Tim Evaluasi Kemendagri, dan beberapa rekomendasi disampaikannya sambil mengapresiasi kinerja dari Pemkot Palopo yang dinilai sukses dalam pengendalian inflasi," katanya.
Asmuradi menjelaskan, saat ini inflasi di Kota Palopo berada di angka 2.75 persen, di mana hal itu berada dalam posisi yang sangat baik.
"Angka 2.75 persen itu kata tim evaluasi Kemendagri sudah on the track, atau telah berada dalam posisi yang sangat baik," katanya.
Asmuradi yang mendampingi Pj Wali Kota Palopo Asrul Sani mengatakan, tim evaluasi juga memberikan rekomendasi terkait dengan penanganan inflasi di Kota Palopo.
Beberapa rekomendasinya, di antaranya dengan meminta agar Pemkot Palopo menyusun ketersediaan dan kebutuhan bahan makanan utama.
Rekomendasi itu dimaksudkan agar pergerakan komoditas bahan pokok yang menjadi kebutuhan bahan makanan utama itu bisa dikontrol dan disarankan juga kontrolnya setiap hari.
Selain itu, Pj wali kota juga mendapat apresiasi terkait penanganan stunting di Kota Palopo yang saat ini turun hingga 2.38 persen.
"Saat ini Pemkot Palopo diminta untuk fokus melakukan pengelompokan intervensi untuk program-program sensitif," katanya.
Program sensitif itu, kata Asmuradi, seperti penyediaan air bersih dan sanitasi. Lalu permukiman yang layak, hingga penyuluhan kepada pasangan usia subur.
"Selain itu, tentu kepada penderita stuntingnya sendiri. Itu intervensinya, melalui pendekatan medis. Nanti Dinas Kesehatan dan KB yang menangani. Dua dinas ini yang menjadi pilar," katanya.
Hal yang juga sangat diapresiasi, kata Asmuradi, adalah terkait dengan status 10 kelurahan yang ada di Kota Palopo yang sudah zero stunting.
"Tim evaluasi menilai, hal ini merupakan capaian yang sangat positif. Karenanya Pemkot Palopo didorong untuk terus meningkatkan capaian itu, sehingga Palopo bisa bebas stunting," katanya.
Turut mendampingi Pj Wali Kota dalam evaluasi tersebut, Inspektur Kota Palopo, Kepala BPKAD, Kadis Kesehatan, Kadis Pertanian, Kadis Pendidikan, Kadis Penanaman Modal, dan Kadis Kominfo Kota Palopo.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemkot Palopo Asmuradi Budi dalam keterangannya yang diterima di Makassar Kamis mengatakan, beberapa rekomendasi dan permintaan itu disampaikan oleh Tim Evaluasi Kemendagri saat Pj Wali Kota Palopo Asrul Sani menghadiri rapat yang dilaksanakannya.
"Pak Pj wali kota sedang menghadiri rapat bersama dengan Tim Evaluasi Kemendagri, dan beberapa rekomendasi disampaikannya sambil mengapresiasi kinerja dari Pemkot Palopo yang dinilai sukses dalam pengendalian inflasi," katanya.
Asmuradi menjelaskan, saat ini inflasi di Kota Palopo berada di angka 2.75 persen, di mana hal itu berada dalam posisi yang sangat baik.
"Angka 2.75 persen itu kata tim evaluasi Kemendagri sudah on the track, atau telah berada dalam posisi yang sangat baik," katanya.
Asmuradi yang mendampingi Pj Wali Kota Palopo Asrul Sani mengatakan, tim evaluasi juga memberikan rekomendasi terkait dengan penanganan inflasi di Kota Palopo.
Beberapa rekomendasinya, di antaranya dengan meminta agar Pemkot Palopo menyusun ketersediaan dan kebutuhan bahan makanan utama.
Rekomendasi itu dimaksudkan agar pergerakan komoditas bahan pokok yang menjadi kebutuhan bahan makanan utama itu bisa dikontrol dan disarankan juga kontrolnya setiap hari.
Selain itu, Pj wali kota juga mendapat apresiasi terkait penanganan stunting di Kota Palopo yang saat ini turun hingga 2.38 persen.
"Saat ini Pemkot Palopo diminta untuk fokus melakukan pengelompokan intervensi untuk program-program sensitif," katanya.
Program sensitif itu, kata Asmuradi, seperti penyediaan air bersih dan sanitasi. Lalu permukiman yang layak, hingga penyuluhan kepada pasangan usia subur.
"Selain itu, tentu kepada penderita stuntingnya sendiri. Itu intervensinya, melalui pendekatan medis. Nanti Dinas Kesehatan dan KB yang menangani. Dua dinas ini yang menjadi pilar," katanya.
Hal yang juga sangat diapresiasi, kata Asmuradi, adalah terkait dengan status 10 kelurahan yang ada di Kota Palopo yang sudah zero stunting.
"Tim evaluasi menilai, hal ini merupakan capaian yang sangat positif. Karenanya Pemkot Palopo didorong untuk terus meningkatkan capaian itu, sehingga Palopo bisa bebas stunting," katanya.
Turut mendampingi Pj Wali Kota dalam evaluasi tersebut, Inspektur Kota Palopo, Kepala BPKAD, Kadis Kesehatan, Kadis Pertanian, Kadis Pendidikan, Kadis Penanaman Modal, dan Kadis Kominfo Kota Palopo.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemendagri tekankan perencanaan keuangan daerah matang dan optimalisasi APBD
25 February 2026 10:11 WIB
Kemendagri: RLC Sulsel perkuat sinergi pusat--daerah dalam kerangka Asta Cita
23 February 2026 4:48 WIB
Kemendagri sebut Luwu Timur paling siap jalankan program MBG di wilayah 3T
29 October 2025 19:38 WIB
Mendagri menilai perlu ada desain besar dalam pelindungan pekerja migran Indonesia
08 October 2025 15:38 WIB
Dirjen Otda : Pemerintah siapkan rumah bagi korban demonstrasi di Makassar
05 September 2025 15:01 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Telkomsel fasilitasi sanitasi di Maros guna tingkatkan kualitas hidup masyarakat
21 May 2026 11:43 WIB