Mamuju (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar rapat koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), membahas langkah strategis pangan menghadapi dampak El Nino.

"Pertemuan ini membahas informasi terkini terkait mitigasi serta strategi menghadapi dampak El Nino, khususnya di sektor pangan," kata Kepala Badan Kesbangpol Sulbar Muhammad Darwis Damir, di Mamuju, Jumat.

Pada pertemuan tersebut Darwis Damir mengingatkan bahwa fenomena El Nino bukan sekadar isu cuaca, melainkan potensi ancaman serius yang dapat berdampak luas terhadap stabilitas daerah.

Jika tidak diantisipasi dengan baik, El Nino kata Darwis Damir, berpotensi menurunkan produktivitas pertanian, memicu kelangkaan pangan, hingga berdampak pada kenaikan harga kebutuhan pokok.

"Kondisi ini tentu dapat berimplikasi pada stabilitas sosial masyarakat," ujarnya.

Ia menekankan pentingnya langkah mitigasi yang terintegrasi dan berbasis data agar dampak yang ditimbulkan dapat ditekan semaksimal mungkin.

Menurut Darwis Damir, sinergi antar-instansi menjadi faktor kunci dalam menghadapi potensi ancaman tersebut.

Sementara, Kepala Dinas TPHP Sulbar Hamdani menegaskan bahwa kesiapsiagaan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas produksi pangan di tengah ancaman El Nino.

Koordinasi lintas sektor kata Hamdani, penting agar langkah mitigasi dapat dilakukan secara tepat dan terukur.

Upaya itu lanjutnya, juga sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar yang menekankan pentingnya penguatan ketahanan pangan sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas ekonomi daerah.

"Gubernur mengarahkan agar seluruh perangkat daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak perubahan iklim serta memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga melalui langkah-langkah antisipatif dan kolaboratif," katanya.

Melalui rapat koordinasi itu, Hamdani berharap seluruh pihak dapat memperkuat langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan, sekaligus meminimalisasi dampak El Nino terhadap perekonomian masyarakat Sulbar.

Pada rapat tersebut juga menitikberatkan pada upaya sinkronisasi data dan langkah antisipatif menghadapi perubahan iklim yang berpotensi memicu penurunan produksi pertanian.

Pihak BMKG Sulbar memaparkan proyeksi kondisi cuaca dan potensi kekeringan yang perlu diwaspadai oleh seluruh pemangku kepentingan.