Makassar (ANTARA) - Unit Jatanras Satreskrim Polres Maros, Polda Sulawesi Selatan bersama Regu Patroli Perintis Presisi Samapta dan Polsek Tanralili meringkus komplotan geng motor yang meresahkan dan menyerang warga dengan menggunakan anak panah.
Kepala Seksi Humas Polres Maros AKP Ahmad dalam keterangannya diterima di Makassar, Rabu, menyebutkan para pelaku diamankan usai melakukan aksinya menyerang warga secara acak dengan menggunakan senjata tajam serta anak panah dan ketapel.
"Ada 10 orang yang diamankan. Mereka sangat meresahkan dan mereka membawa senjata tajam dan anak panah, kemudian mengancam warga, bahkan melepaskan anak panah secara acak," ujarnya.
Ahmad mengatakan aksi brutal komplotan ini bermula ketika para pelaku konvoi ugal-ugalan pada malam hari. Tanpa alasan yang jelas, mereka melakukan penyerangan ke sekelompok warga yang sedang melintas atau berkumpul di pinggir jalan.
“Mereka berboncengan menggunakan sepeda motor, berteriak memprovokasi, lalu melepaskan anak panah ke arah warga,” ungkapnya.
Dalam kejadian itu, dua orang warga dilaporkan mengalami luka tancap anak panah di bagian punggung dan tangan, mereka langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Setelah melepaskan anak panahnya, para pelaku langsung melarikan diri. Pihak kepolisian yang menerima laporan, kemudian melakukan penyelidikan serta pengerjaan terhadap para pelaku.
Dalam penangkapan tersebut, kata Ahmad, kepolisian juga menyita sejumlah barang bukti yang digunakan para pelaku saat melancarkan aksinya, di antaranya busur panah dan parang.
Sebagian besar pelaku diketahui masih berstatus di bawah umur, namun kepolisian menegaskan proses hukum akan tetap berjalan sesuai undang-undang yang berlaku dengan pendampingan pihak terkait.
”Kami tidak memberikan toleransi bagi pelaku kejahatan jalanan yang mengancam nyawa warga. Para pelaku akan dijerat dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 terkait kepemilikan senjata tajam, serta Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan, dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara,” ujar Ahmad.
Saat ini, Polres Maros masih melakukan pengembangan untuk mengejar anggota geng motor lain yang diduga kuat ikut terlibat dalam aksi penyerangan tersebut.
Pihak kepolisian juga mengimbau kepada orang tua agar lebih ketat mengawasi pergaulan anak-anak mereka, terutama pada malam hari.