Ratusan tim mahasiswa bersaing juarai Monev Kemenristekdikti

id Monev Eksternal PKM Kemenristekdikti 2018,Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unhas ,Dr Abdul Rasyid Jalil MSi

Makassar (Antaranews Sulsel) - Ratusan tim mahasiswa dari 14 kampus di tanah air saling bersaing untuk menjadi yang terbaik pada ajang Monev Eksternal PKM Kemenristekdikti 2018 di Ruang Senat Rektorat Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulawesi Selatan, Senin.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unhas Dr Abdul Rasyid Jalil MSi, menjelaskan kegiatan monev PKM ini merupakan tahapan yang bermanfaat bagi para mahasiswa dan dosen pembimbing untuk mendapatkan masukan dan perbaikan dari tim monev, sehingga kualitas karya mahasiswa semakin lebih baik.

"Mudah-mudahan di akhir kegiatan ini, kami bisa mendapatkan masukan yang membangun, apakah untuk Unhas, Unibos, dan perguruan tinggi lainya," lanjutnya.

Khusus Unhas sebagai tuan rumah kegiatan monev eksternal PKM Kemenristekdikti ini, bahkan mengikutkan 123 tim mahasiswa yang telah mendapatkan pendanaan dari Kemenristekdikti.?

Tim PKM Unhas akan bersaing dengan puluhan tim mahasiswa PKM dari 13 perguruan tinggi lain seperti dari UMI, Universitas Negeri Gorontalo, Politeknik Gorontalo, Akademi Farmasi Kebangsaan Makassar, Politeknik Negeri Ujung Pandang, Universitas Muhammadiyah Makassar, UNIFA, UIM, UKI, Akbid Pelamonia Kesdam VII, Politeknik Bosowa, Unibos, dan Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Makassar.

Sementara itu, ketua tim Monev Eksternal Kemenristedikti, Prof Sundani Nurono menyebutkan tugas reviewer sebagai pencerah yang maksudnya reviewer tidak boleh menista atau mencela hasil karya mahasiswa.

Karena itu, kehadiran tim reviewer monev eksternal Kemenristekdikti adalah untuk memberikan arahan dan semangat bagi mahasiswa dalam berkarya dan melakukan kegiatan ilmiah.

Yang menjadi kelemahan mendasar dari seluruh mahasiswa di Indonesia ini dari Aceh sampai Papua adalah masalah berbahasa. Bukan berbahasa Inggris atau bahasa Indonesia dan lainnya, tetapi mahasiswa lebih senang berbahasa visual. Berbahasa visual artinya apa yang dilihat itu yang dibahasakan, kata Profesor Sundani.

Ia menambahkan, dalam monev yang dinilai bukan hanya presentasi dengan bahasa visual, tetapi penguasaan karya tersebut secara ilmiah dan intelektual. Bahasa presentasi yang disampaikan berdasarkan data dan pengakajian ilmiah.

"Mahasiswa itu kaum intelektual. Mereka harus tampil seperti intelektual, bukan sekadar akting," lanjutnya.

Kegiatan monev ini akan berlangsung selama tiga hari kedepan untuk menyaring karya-karya penelitian mahasiswa yang terbaik. Unhas sendiri mengikutkan sebanyak 123 tim mahasiswa. Jumlah tim PKM Unhas ini meningkat dari tahun lalu yang hanya 116 tim.

Selain kegiatan presentasi karya penelitian mahasiswa, pihak panitia Unhas Monev Eksternal PKM  menggelar pameran banner di lantai dasar perpustakaan pusat Unhas.

Ratusan banner karya mahasiswa yang ikut dalam kegiatan monev PKM tersebut tampak memenuhi koridor perpustakaan lantai bawah.

Kegiatan pembukaan hari ini juga dihadiri Agus Kurnia (Universitas Halu Oleo), ?Eko Retno Mulyaningrum (UPGRIS), Ahmad Sauqi Josephine Louise ( Universitas Mataram), Pinky Saerang (Universitas Sam Ratulangi), dan Yusri Sapsuha ( Universitas Khairun).
Pewarta :
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar