NTP Sulsel turun 0,29 persen

id bps,bps sulsel,ntp,nilai tukar petani ,ntp turun

Arsip : Kepala BPS Sulsel Yos Rusdiansyah. Foto/Antaranews/Muh Hasanuddin.

Makassar, (Antaranews Sulsel) - Nilai tukar petani (NTP) Provinsi Sulawesi Selatan yang berada di angka 103,30 persen pada Januari 2019 mengalami penurunan menjadi 102,99 persen pada Februari 2019.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan, Yos Rusdiansyah di Makassar, Jumat, menyebutkan bahwa penurunan NTP Februari 2019 berdasarkan perbandingan indeks harga yang diterima petani petani (it) terhadap indeks harga yang dibayar petani (ib). 

"Perbandingan indeks harga ini yang menjadi salah satu indikator turunnya NTP bulan februari ini. NTP naik, petani juga pasti senang. Tapi untuk sekarang NTP mengalami penurunan," ujarnya.

Yos menjelaskan, apabila membandingkan dengan periode bulan sebelumnya, dua subsektor mengalami penurunan NTP dan tiga subsektor mengalami kenaikan. Penurunan terjadi pada subsektor hortikultura, subsektor tanaman perkebunan rakyat.

Dia mengatakan NTP yang diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani (it) terhadap indeks harga yang dibayar petani (ib), merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di pedesaan. 

NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan atau daya beli petani.

Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan pada Februari 2019, NTP di Sulawesi Selatan secara umum mengalami penurunan sebesar 0,29 persen dibandingkan bulan sebelumnya. 

Penurunan NTP tersebut terjadi karena penurunan indeks yang diterima petani (it) lebih besar bila dibandingkan dengan penurunan pada indeks yang dibayar petani (ib). 

Penurunan ib sebesar 0,37 persen sedangkan it turun sebesar 0,67 persen. Indeks yang diterima petani (it) mengalami penurunan pada subsektor tanaman hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, dan subsektor peternakan, dengan penurunan terbesar terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat yaitu turun sebesar 2,91 persen. 

Sedangkan, Indeks yang dibayar petani (ib) juga mengalami penurunan pada semua subsektor dengan penurunan terbesar terjadi pada subsektor peternakan sebesar 0,45 persen.
Pewarta :
Editor: M Darwin Fatir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar