Logo Header Antaranews Makassar

Perikanan Tangkap Indonesia Turun 4,55 Persen

Kamis, 10 Desember 2009 22:28 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Produksi perikanan tangkap di Indonesia terus mengalami penurunan dan berdasarkan data badan PBB urusan pangan dan pertanian (FAO) 2007 diketahui hasil perikanan tangkap Indonesia menurun sekitar 4,55 persen.

"Perikanan tangkap Indonesia ini terus mengalami penurunan, dan pada 2007 FAO mencatat penurunan perikanan tangkap negeri ini sebesar 4,55 persen," kata salah satu pemateri Seminar Sosialisasi Hasil World Ocean Conference 2009, S Kimpul dari World Widlife Foundation (WWF) di Makassar, Kamis.

Dia mengatakan, berdasarkan data FAO 2007 juga diketahui, jika penurunan produksi perikanan tangkap Indonesia itu lebih besar dari rata-rata penurunan produksi perikanan dari sepuluh negara produsen perikanan dunia yaitu sebesar 2,37 persen.

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan produksi perikanan budidaya Indonesia yang mengalami kenaikan sekitar 10 persen dari 1950-an hingga 1990.

"Produksi perikanan budidaya Indonesia sendiri telah menyuplai 35 persen dari produksi perikanan dunia," kata Kimpul.

Lebih jauh dia mengatakan, dari data FAO tersebut diprediksi pada tahun 2030, hasil perikanan budidaya Indonesia akan lebih besar daripada perikanan tangkap

Menurut dia, kondisi tersebut sebagai dampak dari pemanasan global yang menyebabkan berubahnya pola melaut. Selain itu terjadi peningkatnya suhu air laut sebesar 2-3 derajat celcius.

"Perubahan ini paling tidak terlihat dua aspek yakni migrasi ikan dan pemutihan karang, sehingga menyebabkan gagal panen," ujarnya.

Perubahan iklim itu, lanjutnya, telah berdampak terhadap ekosistem laut sehingga seluruh komponen masyarakat harus mengantisipasi perubahan iklim dengan melakukan adaptasi dengan keterlibatan pihak-pihak terkait

Dia mengatakan, dalam strategi adaptasi terkait dengan masalah perikanan tersebut, langkah yang paling utama dilakukan adalah memberantas penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan.

Hal tersebut dinilai penting untuk menyelamatkan produksi perikanan tangkap yang makin berkurang, termasuk memperbaiki tingkat kesejahteraan nelayan tradisional di negara ini.

(T.S036/Z004)