Logo Header Antaranews Makassar

Harga Bensin Eceran Naik

Rabu, 23 Desember 2009 08:14 WIB
Image Print

Ambon (ANTARA Sulsel) - Penjual bensin eceran di sejumlah trotoar jalan kota Ambon mulai menaikkan harga, karena pembelian dari pihak ketiga juga naik.

Pantauan ANTARA di Ambon, Rabu, bensin yang sebelumnya dijual Rp5.000 per liter naik menjadi Rp6.000 per liter
"Kami terpaksa menaikan harga bensin karena pihak ketiga (bukan agen - red) menjual Rp.1.120.000 per drum (200 liter) dari sebelumnya Rp1.100.000," kata Markus, seorang pengecer di kawasan Air Salobar, Nusaniwe.

Ia menjelaskan, kenaikan Rp20.000 itu merupakan ongkos angkut yang diminta pihak ketiga.

"Kami menyetor Rp1.120.000 dan menerima bensin di tempat ( lokasi penjualan para pengecer)," katanya.

Menurutnya, dengan naiknya harga pembelian dari pihak ketiga itu, keuntungan pengecer untuk setiap penjulan satu drum bensin berkisar Rp70.000-Rp75.000.

Sebelumnya, pengecer menjual bensin seharga Rp5,000 per liter karena mereka membeli langsung dari SPBU seharga Rp4.500 per liter.

Namun, setelah ada larangan membeli bensin di SPBU dengan menggunakan jerigen, para pengecer membeli dari pihak ketiga.

"Kami sebelumnya menjual Rp.5.000 per liter karena membeli di SPBU dengan harga Rp4.500 per liter. Namun, karena tidak diijinkan lagi membeli di SPBU, makanya harga naik," kata Markus. Salah seorang pengecer bensin di Jl. Telukabessy, Rosminah, juga mengakui dirinya sejak kemarin (Selasa) menjual bensin seharga Rp6.000 per liter.

"Hukum ekonomi berlaku. Kami tidak bisa berbuat banyak karena kondisinya seperti itu" ujarnya.

Kepala Penjualan Pertamina Cabang Ambon, Putut Andriatno, saat dikonfirmasi ANTARA, mengatakan, tidak ada perubahan harga BBM, baik minyak tanah, bensin dan solar di agen.

"Jadi kenaikan harga di tingkat pengecer itu bukan tangggung jawab PT.Pertamina sehingga tidak bsia ditertibkan," katanya.

(T.PSO-118/J007)