Disnaker: Waspadai Lowongan Kerja Hoax!

id Disnaker Makassar

Kepala Bidang penempatan tenaga kerja dan perluasan kesempatan kerja, Heny Rulianti Masnawi saat memimpin diskusi bersama kaum disabilitas di Makassar. ANTARA Foto/Nur Suhra Wardyah

Makassar (ANTARA) - Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Makassar mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap informasi lowongan kerja (loker) hoaks yang kerap diadukan warga setempat. 

Kepala Bidang penempatan tenaga kerja dan perluasan kesempatan kerja Disnaker Makassar, Heny Rulianti Masnawi di Makassar, Rabu, mengatakan, pihaknya kerap kali memperoleh pertanyaan terkait informasi loker dari beberapa akun yang tidak diketahui kebenarannya. Karena itu Disnaker menegaskan tidak bertanggung jawab atas hal tersebut.

"Semua lowongan yang dishare oleh Disnaker Makassar itu bukan hoaks," terangnya saat ditemui di Kantor Disnaker Kota Makassar, Jalan AP Pettarani.

Menurutnya, semua informasi lowongan kerja di Makassar bisa diperoleh di website resmi disnaker yakni www.disnakermakassar.go.id dan sosial media (sosmed) berupa akun facebook Humas Disnaker Makassar serta akun instagram dan tweeter Disnaker Kota Makassar.

Mantan staff Dinas Perindustrian dan Perdagangan ini menyebutkan seluruh akun milik Disnaker bisa dipertanggung jawabkan. Sehingga, jika ingin informasi terbaru terkait lowongan kerja di Makassar bisa diketahui di laman resmi tersebut. 

"Lowongan kerja, pelatihan dan semua kegiatan kita yang menyangkut kemasyarakatan kita upload di akun-akun sosmed tersebut dan laman resmi Disnaker," ucapnya.

Menurut Ruly sapaannya, perusahaan yang ada di Makassar sekitar enam ribu terdiri atas perusahaan swasta maupun negeri. Sedangkan hanya sekitar 200-300 perusahaan yang melaporkan keberadaannya.

Oleh karena itu, ia berharap agar seluruh perusahaan menginformasikan jumlah tenaga kerja yang ada di perusahannya. 

"Sehingga kalau butuh tenaga kerja, kami bisa bantu. Saat ini perusahaan yang merespon baik Disnaker seperti Alfamart, Carefour dan BRI," ucapnya.
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar