
Potensi Lahan Jagung Baru Dimanfaatkan 66 Persen

Makassar (ANTARA News) - Lahan untuk tanaman jagung di Sulawesi Selatan (Sulsel) baru dimanfaatkan sekitar 66 persen dari luas potensi lahan 424 ribu ha.
"Potensi komoditi jagung cukup menjanjikan, sehingga posisi Sulsel sebagai pemasok jagung terbesar keempat nasional bisa naik," kata Kepala Bidang Promosi BKPMD Sulsel Sukarniati Kondolele di Makassar, Jumat.
Menurut dia, Sulsel saat ini merupakan penghasil jagung terbesar keempat di Indonesia setelah Jawa Timur, Jawa Tengah dan Lampung.
Berdasarkan data yang dihimpun BKPMD Sulsel diketahui, produksi jagung daerah ini terus mengalami peningkatan. Pada 2008 tercatat sebanyak 1,2 juta ton dan 2009 naik menjadi 1,4 juta ton. Sedang pada 2013 produksi jagung Sulsel ditarget mencapai 1,8 juta ton.
Sementara dari luas potensi lahan untuk tanaman jagung yang mencapai 424 ribu ha, tersebar di lima kabupaten di Sulsel yakni Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng dan Bone.
Khusus rencana pengembangan tanaman jagung pada 2010 berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulsel menyebutkan, pada musim tanam 2010 luas areal tanam tercatat 135.659 ha. Sedang musim tanam 2009 mencapai 223.343 ha.
Mengenai potensi jagung yang merupakan salah satu komoditi andalan Sulsel, Sukarniati mengatakan, Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo mendorong setiap kabupaten/kota agar tumbuh satu industri pengolahan. Sehingga komoditi yang diekspor bukan dalam bentuk bahan baku.
"Dengan mengirim produk olahan, selain memiliki nilai tambah, juga dapat menyerap tenaga kerja, sehingga akan diperoleh dua nilai tambah sekaligus," katanya.(T.S036/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
