Logo Header Antaranews Makassar

Biaya BBM PLTD Jeneponto Rp42 Miliar

Minggu, 21 Maret 2010 16:08 WIB
Image Print

Jeneponto, Sulsel (ANTARA News) - Beban biaya bahan bakar minyak (BBM) Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Jeneponto, Sulawesi Selatan mencapai Rp42 miliar perbulan untuk 24 mesin pembangkit.

Manager PT. PLN Cabang Bulukumba Wawan Gunawan saat menerima kunjungan rombongan mahasiswa, LSM (lembaga swadaya masyarakat) dan jurnalis di Jeneponto, Sabtu, mengatakan, beban biaya operasional penggunaan BBM diprediksi sebesar 140 ton perhari senilai Rp1,4 miliar.

"Memang total mesin yang ada 24 unit, tetapi ada beberapa mesin yang belum masuk ke sistem," ungkapnya.

Dia mengatakan, saat ini ada 11 mesin yang tengah beroperasi dengan kemampuan rata-rata sekitar 1,2 MW - 1,4 MW (megawatt) perunit.

Dari keseluruhan mesin yang ada saat ini baru sekitar 50 persen yang mulai beroperasi dengan kapasitas produksi 10 MW dari kapasitas daya mampu 20 MW.

Dia mengaku, diantara unit tersebut ada mesin sebesar 4 MW yang telah dicadangkan untuk mengantisipasi batas jadwal pemakaian yang dalam kondisi tertentu harus di hentikan.

Ada tiga tingkatan batasan pengoperaasian mesin yakni pemakaian 8.000 jam (top overhaul), 12.000 jam (semi overhaul) dan 18.000 jam (major overhaul), kondisi inilah yang membutuhkan mesin cadangan beroperasi.

Mesin sewa ini merupakan hasil tender PLN Pusat dan PT. Arena Bangun Bersama dengan masa kontrak selama setahun.

Namun, dia memperkirakan masa kontrak akan diperpanjang mengingat kondisi kelistrikan yang belum stabil.

Dia mengatakan kinerja mesin pembangkit "full capasity" PLTD Jeneponto akan diupayakan beroperasi sebelum batas akhir pemadaman bergilir 31 Maret 2010.(T.KR-HK/S016)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026