
Unhas Wisuda 1.020 Mahasiswa

Makassar (ANTARA News) - Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar mewisuda 1.020 mahasiswa dari program D3 dan S1 dari 14 fakultas.
"Jumlah wisudawan S1 terbanyak dari Fakultas Teknik yakni 221 orang dan paling sedikit dari Fakultas Kedokteran Gigi 15 orang," kata Rektor Unhas Prof Dr Idrus A Paturusi di Baruga AP Pettarani, Makassar, Selasa.
Bagi mahasiswa terbaik Unhas diberi hadiah Rp2,5 juta yang diberikan kepada Rafiqah Fakhruddin dari Ilmu Hukum dengan IPK 4.00 dengan masa studi tiga tahun lima bulan.
Sementara dari eksakta, diraih oleh Indriani Bahar dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) dengan IPK 3.85 dengan masa studi yang sama.
Menyikapi hal tersebut, Rektor Unhas mengatakan, sangat gembira karena banyak wisudawan yang memperoleh IPK lebih dari tiga koma yakni sebanyak 69 persen dari total wisudawan.
"Ini pertanda bahwa wisudawan Unhas memiliki kecerdasan yang cukup dan berpotensi untuk menjadi pembelajar sejati dan mandiri untuk terus berkembang dan berkarya, serta dapat menjadi partisipan dalam pelayanan pengetahuan 'knowledge server;," katanya.
Hal tersebut berkaitan dengan harapan untuk mencapai target Milenium Development Goals (MGDs) bagi kualitas manusia Indonesia. Karena itu, disadari bahwa tugas lembaga pendidikan kini bergeser dari "teaching university" ke "knowledge server", bahkan menjadi mitra jasa dalam bidang "research dan innovation".
Dia mengatakan, terdapat beberapa tantangan inovasi yang harus dihadapi yakni bertahan (survivability) kehidupan manusia di muka bumi dengan cara berupaya mengelola jumlah penduduk bumi yang sehat dan berkualitas.
Selain itu, mengantisipasi perubahan iklim dan mengupayakan ketersediaan pangan yang cukup. Semua itu, perlu ditunjang oleh pendidikan yang berbasis pada konsep humanosphere.
Berdasarkan data Rektorat Unhas diketahui, total lulusan Unhas mulai dari periode Wisuda I hingga 30 Maret 2010 sudah mencapai 102.157 orang. (T.S036/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
