
Makassar Alami Deflasi -0,39 Persen

Makassar (ANTARA News) - Kota Makassar mengalami deflasi -0,39 persen pada Maret 2010 yang dipengaruhi turunnya indeks kelompok bahan makanan dan sandang masing-masing -2,15 persen dan -0,13 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan Bambang Suprijanto kepada wartawan di Makassar, Kamis, mengungkapkan Makassar termasuk dalam 47 kota lainnya di Indonesia yang mengalami deflasi dari total 66 kota yang didata berdasarkan perkembangan indeks harga konsumen (IHK) kota-kota besar di Indonesia.
Pelayanan dokter spesialis sebesar 0,0165 persen dalam laporan itu termasuk salah satu komoditas penyumbang inflasi terbesar selama Maret 2010 bersama dengan komoditas lainnya seperti daging ayam ras, mie, tomat buah, sayur mayur, beras, dan kopi susu.
Terjadinya deflasi di kota Makassar telah menyebabkan Sulsel mengalami deflasi dalam periode sama sebesar -0,36 persen, jika dilihat dari pergerakan harga barang dan jasa yang dihitung dari gabungan empat kota IHK di Sulsel seperti Makassar, Watampone, Pare-pare dan Palopo.
Diantara keempat kota itu, hanya Palopo yang dilaporkan terjadi inflasi sebesar 0,23 persen, sementara ketiga kota lainnya tetap mengalami deflasi.
Penyebab deflasi itu secara umum dipengaruhi adanya penurunan harga komoditi seperti bahan makanan -2,05 persen, kelompok sandang -0,11 persen dan kelompok perumahan, air, listrik, gas serta bahan bakar sebesar 0,01 persen.
Bambang menambahkan, perkembangan IHK selama Maret 2010 ini diakui telah mementahkan prediksi Bank Indonesia yang memperkirakan Sulsel akan mengalami inflasi.
"Perkembangan ini telah mementahkan prediksi Bank Indonesia yang memperkirakan terjadi inflasi disini," ungkapnya. (T.KR-HK/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
