
Nilai Tukar Petani Sulsel Turun

Makassar (ANTARA News) - Tingkat kesejahteraan petani di Sulawesi Selatan, jika dilihat dari perkembangan nilai tukar petani (NTP) terus mengalami penurunan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan, Bambang Suprijanto di Makassar, Kamis, mengatakan keterbatasan kemampuan daya beli petani terlihat dari data perbandingan indeks harga yang diterima terhadap indeks harga yang dibayar petani.
Dari lima subsektor komoditas di Sulsel, lanjutnya hanya dua subsektor NTP yang mengalami kenaikan yakni subsektor tanaman padi palawija (1,02 persen) dan peternakan (0,19 persen).
"Sementara hortikultura, tanaman perkebunan rakyat dan perikanan tumbuh negatif," ujarnya.
Penurunan ke tiga subsektor itu telah menyebabkan kemampuan daya tukar petani terhadap produk pertanian dan biaya produksi terus mengalami penurunan.
Pada Februari 2010, terjadi inflasi di daerah pedesaan di Sulsel sebesar 0,80 persen, karena terjadi kenaikan indeks harga di seluruh kelompok yang ada yakni bahan makanan (0,79 persen), makanan jadi (1,44 persen), perumahan (0,66 persen) sandang (0,45 persen), kesehatan (0,38 persen)., pendidikan (0,54 persen), dan transportasi dan komunikasi (0,16 persen).
Hal ini dipengaruhi kenaikan indeks harga hasil produksi pertanian yang lebih rendah dibandingkan dengan kenaikan indeks harga barang dan jasa yang di konsumsi petani baik itu untuk rumah tangga maupun kebutuhan produksi pertanian. (T.KR-HK/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
