
Brankas Uang Polda Dicuri Ditemukan Nelayan

Makassar (ANTARA News) - Brankas keuangan Polda Sulselbar yang dinyatakan hilang sejak Senin (19/4), akhirnya ditemukan nelayan di salah satu Kanal Tanjung Bunga yang menghubungkan muara Sungai Jeneberang dengan laut di Makassar.
Pantauan di lokasi kejadian, Sabtu, polisi dari Polsekta Tamalate, Polresta Makassar Tiimur, Polwiltabes Makassar dan Mapolda Sulsebar langsung turun langsung melakukan penyelidikan terkait penemuan brankas tersebut.
Informasi yang dihimpun, brankas keuangan Bendahara Satuan Kerja (Bensatker) Staf Pribadi Pimpinan (Spripim) Polda Sulselbar ditemukan oleh Hendrik (16) salah satu nelayan yang sedang membentangkan pukatnya di kanal ukuran enam meter dengan kedalaman sekitar tiga meter lebih.
Hendrik mengaku jika hampir setiap hari setelah sarapan pagi selalu mencari ikan di sekitar kanal yang menghubungkan sungai dan laut dengan menggunakan pukat.
"Saat itu saya membentangkan pukat saya dan pada saat saya angkat terasa berat karena pukatnya tersangkut di kotak besi," katanya.
Karena merasa berat dan curiga dengan bentuk kotaknya, akhirnya Hendrik pun meminta bantuan kepada tiga sekuriti GMTD yakni Zaenal, Ramli dan Ismail.
Di saat yang bersamaan pula muncul staf humas Polda Sulselbar AKP Djamaluddin yang saat itu sedang "jogging" dan langsung mendekati lokasi penemuan brankasnya.
Melihat kotak berukuran 60x30 centimeter itu, mantan Kasat Lantas Polresta Makassar Barat itu langsung mengangkat brankasnya dan melihat secara detail brangkas itu.
Brankas yang terlihat berlubang di bagian tengah masih menyimpan uang sebanyak Rp100 ribu di dalamnya. Ia pun berkoordinasi dengan Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Pol Hery Subiansaury.
Hery Subiansaury yang datang di lokasi kejadian kemudian berkoordinasi dengan Ditreskrim, Polwiltabes, Polresta Makassar Timur dan Polsekta Tamalate akhirnya langsung ke tempat kejadian perkara.
"Melihat ciri-cirinya memang sama dengan brangkas milik Polda. Tapi akan dilakukan cross chek dulu dengan brangkasnya," ujarnya.
Menurutnya, dari penjelasan saksi, ia mencari ikan di tempat yang sama setiap harinya sehingga kemungkinan besar barang bukti ini baru dibuang Jumat (23/4).
Terkait hilangnya dan penemuan brankas itu, mantan Kapolres Subang itu mengungkapkan jika sampai saat ini belum ada tersangka namun sudah mengerucut pada dua orang pelaku.
Sebelumnya, brankas keuangan Bendahara Satuan Kerja (Bensatker) Staf Pribadi Pimpinan (Spripim) itu hilang sejak Senin (19/4) lalu yang diduga berisi uang sebanyak Rp1,2 miliar lebih.
(T.KR-MH/B013)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
