
Pasien Terlantar di UGD RSUD Mamuju

Mamuju (ANTARA News) - Sejumlah pasien yang ada di rumah sakit umum daerah (RSUD) Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat terlantar di ruang unit gawat dararut (UGD) tanpa mendapatkan pelayanan medis.
Pemantauan di Mamuju, Kamis, tiga orang pasien menjalani perawatan di UGD RSUD Kabupaten Mamuju, karena pihak rumah sakit beralasan ruang untuk perawatan di RSUD Mamuju sudah penuh diisi pasien lain.
Sutina salah seorang pasien mengatakan, dirinya yang menderita penyakit demam berdarah telah menjalani perawatan di ruang UGD RSUD Mamuju selama sehari semalam, karena tidak disediakan tempat di ruang perawatan oleh pihak rumah sakit.
"Kami sekeluarga sudah sehari semalam dirawat di ruang UGD RSUD Mamuju, karena tidak diberikan ruang perawatan oleh pihak rumah sakit yang beralasan semua ruang perawatan sudah penuh diisi pasien lain," katanya.
Padahal menurutnya masih banyak ruang perawatan di RSUD Mamuju yang masih kosong yang di dalamnya tidak terdapat pasien.
"Keluarga saya melihat banyak ruang perawatan kosong di RSUD Mamuju tetapi tidak jelas mengapa kami tetap dirawat di ruang UGD RSUD Mamuju ini dan pihak RSUD Mamuju mengatakan, ruang perawatan penuh," katanya.
Ia mengaku diruang UGD tidak mendapatkan pelayanan layaknya pasien lain yang dirawat di ruang perawatan karena tidak diberikan jatah makanan.
"Saya tidak mendapatkan makanan selama dirawat di RSUD Mamuju ini, keluarga saya mencari makan di warung yang cukup jauh, padahal kami datang dari jauh," kata Sutina yang berasal dari Kecamatan Tobadak sekitar 100 kilometer dari Kota Mamuju.
Sutina yang dalam kondisi cukup parah karena batuknya sudah mengeluarkan darah juga mengeluhkan karena tidak adanya stok darah yang tersedia di RSUD Mamuju.
"Tidak ada stok darah sehingga keluarga saya harus menuju ke Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Sulbar yang belum tentu terdapat stok darah di sana," katanya.
Sehingga iapun mengaku pasrah dengan kondisinya, ia juga mengeluhkan karena tidak ada obat-obatan yang tersedia di RSUD Mamuju, sehingga kami harus mencari obat seperti cairan infus di apotik.
"Selama ini Pemkab Mamuju mengkampanyekan kesehatan gratis kepada masyarakat namun di rumah sakit ini semua jenis pelayanan medis sulit didapatkan," katanya.
Kepala RSUD Mamuju, dr Titin Hayati yang dikonfirmasi mengenai kondisi pasiennya yang cukup memprihatinkan, mengakui jika RSUD Mamuju sedang dipenuhi pasien sehingga ada yang terlantar di UGD RSUD itu.
"Banyak pasien yang terlantar di RSUD Mamuju, karena rumah sakit penuh," katanya.
Mengenai stok darah dan kurangnya obat itu terjadi karena anggaran untuk RSUD Mamuju senilai Rp9 miliar melalui APBD 2010 belum dicarikan Pemkab Mamuju.
"Pemkab Mamuju belum mencairkan anggaran rumah sakit Mamuju, makanya rumah sakit Mamuju tidak bisa beroperasi normal dengan memberikan pelayanan masyarakat, kondisi ini membuat masyarakat menjadi korban," katanya.(T.KR-MFH/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
