
Pemkab Majene Minta Nelayan Bantu Penyelamatan

Makassar (ANTARA Sulsel) - Pemerintah Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) meminta nelayan yang beroperasi di seputar perairan Majene untuk membantu upaya penyelamatan tim SAR.
Wakil Bupati Kabupaten Majene, Sulbar, H. Itol Syaiful Tonra kepada Antara via telepon, Senin malam, di Makassar mengatakan, pihaknya telah menghimbau nelayan maupun masyarakat Majene yang berada di seputar perairan untuk proaktif memberikan bantuan kepada Tim SAR yang tengah melakukan penyelamatan korban tenggelamnya KM. Teratai Prima.
"Bagi masyarakat yang melaut kami telah minta untuk menangguhkan dulu aktivitasnya, bila menemukan korban di tengah laut," ujarnya.
Menurut dia, hingga saat ini masyarakat nelayan yang tengah melintas di perairan Majene telah banyak yang menemukan korban yang terapung dalam keadaan selamat.
"Kami juga menerima informasi, kapal nelayan dari daerah lainnya seperti kabupaten Pinrang, dan Pare-pare (Sulsel), yang melintas di perairan Majene juga telah menyelamatkan beberapa korban yang terapung," ungkapnya.
Sejauh ini, lanjut dia, pihaknya masih memiliki keterbatasan dalam hal peralatan penyelamatan seperti perahu karet, sebab Pemkab Majene baru terbentuk dan belum memiliki anggaran khusus untuk menyiapkan peralatan penyelamatan kapal tenggelam.
Namun, Pemkab Majene telah membentuk Satuan Koordinator Pelaksana (Satkorlak) penyelamatan korban KM Teratai Prima, yang telah difungsikan sejak minggu dinihari kemarin.
"Satkorlak yang telah kami fungsikan saat ini telah kami optimalkan, walaupun dengan peralatan seadanya," tuturnya.
Sebelumnya, Tim SAR Gabungan mengaku masih kekurangan alat penyelamatan seperti perahu karet.
Hal ini seperti yang disampaikan Kapolresta Kabupaten Majene, AKBP Suyatno Senin malam, bahwa hingga malam ini pihaknya telah menemukan sebanyak enam korban KM Teratai dalam keadaan selamat.
"Pencarian korban KM. Teratai yang dilakukan mulai pagi hingga malam tadi masih difokuskan di seputar wilayah perairan Baturoro, Kabupaten Majene, Sulbar," ungkapnya.
Dia mengeluhkan, sejauh ini tim evakuasi korban tenggelam masih kesulitan untuk memperoleh alat angkutan, berupa perahu karet yang akan digunakan untuk menyisir daerah perairan Majene.
Hingga saat ini, bantuan dari berbagai institusi maupun TNI/POLRI terus berdatangan seperti Brimob Parepare, personel dari TNI AL, Marinir Parepare, Polair Polda Sulbar, serta Syahbandar, dan instansi pemda setempat.
(T.PK-HK/Z002)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
