Logo Header Antaranews Makassar

Masyarakat Sulsel Antusias Hadapi Pilkada

Rabu, 23 Juni 2010 12:51 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Masyarakat di 10 kabupaten di Sulawesi Selatan cukup antusis mendatangi Tempat Pemungutan Suara pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah di wilayahnya masing-masing.

"Masyarakat maupun para kandidat bupati dan wakil bupati semakin dewasa dan maju dalam berdemokrasi, karena pelanggaran peraturan Pilkada cenderung berkurang," kata Direktur Center of Information and Communication Studies (CICS) Sulsel Hidayat Nahwi Rasul di Makassar, Rabu.

Ke sepuluh kabupaten di Sulsel yang menggelar Pilkada secara serentak pada 23 Juni 2010 adalah Kabupaten Maros, Pangkep, Barru, Soppeng, Tanatoraja, Luwu Utara, Luwu Timur, Gowa, Bulukumba dan Selayar.

Hidayat mengatakan, kedewasaan masyarakat dalam berdemokrasi di daerah ini, dapat dilihat dari praktik politik uang yang tidak begitu marak, serta rata-rata figur calon bupati dan wakilnya sudah menggunakan instrumen survei yang dikenal obyektif dan rasional.

"Rakyat sendiri sudah semakin cerdas memilih bupati yang dinilai dapat memperbaiki daerahnya masing-masing, khususnya dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan," ujarnya.

Sementara proses sosialisasi kandidat, ia mengatakan, sudah menggunakan banyak varian media seperti spanduk, baliho, iklan advetorial di koran, radio, telivisi dan debat kandidat yang dipertontonkan secara umum, sehingga rakyat tidak lagi membeli "kucing dalam karung".

"Kini tinggal menunggu proses dan cara kerja KPUD beserta perangkatnya sampai di TPS untuk menegakkan prinsip Langsung, Bebas dan Rahasia (Luber) serta Jujur dan adil (Jurdil) dalam pencoblosan sampai penghitungan di tingkat KPUD," katanya.

Hal senada dikemukakan Salma Ruslan dari Lembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP) di Makassar.

Dia mengatakan, proses demokrasi ini harus terus dikawal oleh masyarakat dan pihak terkait untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan dapat mencederai pesta demokrasi ini. (T.S036/S016)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026