Logo Header Antaranews Makassar

DPRD Sulsel Kaji Danau Tempe

Rabu, 14 Juli 2010 21:12 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Panitia khusus DPRD Sulsel tentang rancangan peraturan daerah penanganan dan penanggulangan bencana mengkaji dampak banjir Danau Tempe, Kabupaten Wajo, yang terjadi Juni 2010.

"Danau Tempe di Wajo sepertinya sudah menjadi malapetaka bagi masyarakat di sekitarnya apabila terjadi hujan. Kita dari sana melihat bagaimana penanganan yang dilakukan pemerintah kabupaten," kata Sekretaris Pansus, Rusni Kasman di Makassar, Rabu.

Menurut dia, secara umum penanganan pasca bencana yang dilakukan oleh pemerintah setempat tergolong sukses, sehingga patut menjadi acuan dalam pembuatan perda penanganan dan penanggulangan bencana Sulsel.

Legislator dari daerah pemilihan Bone, Soppeng, Wajo ini menyebut pemkab Wajo menggelontorkan dana Rp150 juta ditambah bantuan lain untuk tanggap darurat bencana pasca banjir.

Banjir setinggi dua meter kata dia, menggenangi 2000 rumah dan merusak lahan pertanian seluas 5000 hektar.

Perempuan yang juga Anggota Fraksi Golkar DPRD Sulsel ini mengemukakan, penyebab utama meluapnya danau seluas 13.000 hektare disebabkan tidak mampu menampung air pembuangan dari tujuh kabupaten disekitarnya.

"Ada tujuh kabupaten yang menyetor air ke Danau Tempe, namun dua yang paling parah yakni dari Sidrap dan Soppeng," ujarnya.

Lanjut dia, luapan Danau Tempe yang terjadi hampir setiap tahun tidak hanya memporak-porandakan Kabupaten Wajo, tetapi juga menyengsarakan kabupaten Soppeng dan Bone.

Pansus yang beranggotakan 18 orang ini akan melakukan studi banding ke Provinsi Aceh pada 15 Juli 2010 untuk melihat penangan bencana pasca tsunami. (T.pso-099/S016)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026