
IBI Mamuju Kampanyekan 4T dan 3T

Mamuju (ANTARA News) - Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar, memprogramkan kampanye pencegahan empat terlalu (4T) dan tiga terlambat (3T) untuk menekan angka kematian ibu yang dinilai tinggi.
Ketua Cabang IBI Kabupaten Mamuju, Marmia SKM, MKes, di Mamuju, Minggu, mengatakan, IBI Kabupaten Mamuju memprogramkan 4T dan 3T untuk menekan angka kematian ibu yang dinilai cukup tinggi di Mamuju.
Menurut dia, program 4T adalah program yang disingkat empat terlalu yaitu terlalu berusia muda, terlalu berusia tua, terlalu banyak anak, dan terlalu rapat, program tersebut merupakan program pencegahan persalinan yang tidak teratur.
Ia menjelaskan, terlalu berusia muda dan terlalu berusia tua maksudnya adalah langkah pencegahaan bagi ibu agar tidak melahirkan diusia muda yakni dibawah usia 18 tahun dan usia tua diatas usia 35 tahun karena sangat beresiko.
Kemudian kata dia, terlalu banyak dan terlalu rapat maksudnya memiliki banyak anak atau ibu sering melakukan persalinan dengan jarak yang sangat singkat atau usia kehamilannya berusia setahun, itu juga sangat beresiko bagi ibu yang akan melahirkan.
Sementara kata dia, 3T atau tiga terlambat adalah terlambat mengambil keputusan dari keluarga terhadap ibu yang akan melahirkan apa akan ditangani secara medis atau tidak.
Serta lanjutnya terlambat terlambat untuk dikirim ke tempat pelayanan kesehatan dan terlambat mendapatkan pelayanan kesehatan.
Ia mengatakan, program 4T dan 3T telah dikampanyekan kepada masyarakat dan tenaga medis untuk direalisasikan agar angka kematian ibu di Mamuju dapat ditekan dan target sasaran dalam program milenium development goals (MDGS) dapat direalisasikan.
Menurut dia, angka kematian ibu di Mamuju hingga bulan Juli tahun 2010 sebanyak 7 orang, lebih rendah dibandingkan angka kematian ibu di tahun 2009 sekitar 15 orang.
"Meski mengalami penurunan namun angka kematian ibu di Mamuju dianggap masih tinggi dan masih perlu ditekan,"katanya. (T.KR-MFH/S005)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
