Logo Header Antaranews Makassar

KRISIS LISTRIK DI PALU SEMAKIN PARAH

Selasa, 4 November 2008 07:00 WIB
Image Print

Palu, 4/11 (ANTARA)- Krisis daya listrik yang terjadi di Kota Palu, Sulawesi Tengah, yang sudah berlangsung dua pekan terakhir ini, kini semakin parah menyusul tidak beroperasinya salah satu dari dua unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di daerah itu. "Bahkan dalam beberapa hari ke depan ini, jika pasokan batubara tak kunjung tiba, satu unit mesin PLTU yang masih beroperasi sekarang dipastikan kolaps," kata pelaksana tugas Manager PT PLN Cabang Palu, Ajaib Jaya, di Palu, Selasa
Kelistrikan di Palu benar-benar mengalami krisis daya listrik, sebab daya yang ada sekarang ini hanya sekitar 21 MW, katanya.

Ia mengatakan, selain melayani kebutuhan daya listrik untuk rumah tangga dan bisnis di Palu, kebutuhan listrik Kabupaten Donggala dan Parigi Moutong juga dipasok dari Palu.

Pelanggan listrik yang saat ini dilayani dari Palu tersebar di Palu, Donggala dan Parigi Moutong.

Sementara kebutuhan daya listrik sistem Palu untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, perkantoran pemerintah dan swasta, bisnis dan industri berkisar 42-44 MW.

Akibat defisit daya listrik yang cukup besar tersebut, khusus dua malam terakhir ini, PLN memberlakukan pemadaman bergilir selama lima sampai enam per hari.

"Kami terpaksa melakukan pemadaman, sebab kemampuan pasokan daya listrik dari PLTU dan PLTD tinggal 21 MW dari kebutuhan 42-44 MW," ujar Ajaib Jaya.

Ia mengakui, sistem listrik Palu benar-benar sedang mengalami krisis daya listrik, sebab PLTU yang diresmikan Presiden Bambang Yudhoyono Mei 2007 lalu, ternyata tidak bisa beroperasi normal, karena seringkali kehabisan stok batu bara.

Padahal, sebagian besar kebutuhan listrik untuk sistem Palu saat ini disuplai dari PLTU itu, karena sejumlah mesin PLTD telah menurun kemampuannya, sebab kondisi mesin sudah tua dan rata-rata beroperasi di atas 20 tahun.

Otomatis tidak bisa lagi diharapkan maksimal menyuplai daya, sebab sering mengalami kerusakan.

PLN sendiri, katanya, sedang mengupayakan untuk mengatasi krisis listrik dengan melakukan sewa mesin genset dari pihak swasta.

"Kita rencanakan menyewa mesin genset 20 MW, dan masih dalam tahap proses negoisasi dengan pihak swasta," kata dia.

Sementara General Manager PT PJPP Palu, Slamet Panggabean yang dihubungi membenarkan hanya satu unit PLTU yang beroperasi.

"Itu pun hanya mampu menyuplai daya untuk PLN sebesar 13 dari daya mampu 15 MW," katanya.

Pihaknya terpaksa tidak mengoperasikan satu unitm mesin PLTU dengan kapasitas yang sama, sebab stok batu bara semakin menipis, tinggal cukup untuk kebutuhan dua hari ke depan.

Di satu sisi pasokan batu bara dari Kaltim mengalami keterlambatan karena faktor cuaca.

Menurut informasi, kemungkinan kapal yang akan mengangkut batu bara baru akan tiba di Palu dalam dua sampai tiga hari mendatang.

"Kalau sampai pasokan batu bara sampai 7 November 2008 belum juga tiba, dipastikan semua mesin PLTU tidak beroperasi," katanya.

"Jika kedua mesin PLTU tidak beroperasi, dipastikan pemadaman bergilir aliran listrik sistem Palu akan semakin besar dan meluas," tambahnya.

(T.BKO3)
(T.BK03/B/H009/H009) 04-11-2008 08:23:08