
Kepadatan Arus Mudik Terminal Mamuju H-3

Mamuju (ANTARA News) - Kepadatan arus mudik di terminal Regional Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat diprediksi akan terjadi pada H-3 lebaran.
Pemantauan di Mamuju, Minggu, memasuki H-5 lebaran, secara umum kondisi Sulbar belum terpengaruh oleh musim mudik seperti yang terjadi di kota-kota besar lainnya.
Jalur lintas barat trans Sulawesi terlihat belum begitu padat. Yang ada hanya beberapa kendaraan roda dua yang mulai meninggalkan ibukota Sulbar.
Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, arus mudik akan mencapai puncaknya pada H-3 karena saat itu hari libur bersama yang telah ditetapkan pemerintah.
Sebagian besar pemudik yang berangkat di terminal regional Mamuju yang menggunakan bus Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) maupun yang menggunakan kendaraan roda dua menuju arah kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Sedangkan pemudik yang menuju arah utara Kabupaten Mamuju Utara, terlihat tanda-tanda arus mudik lebaran belum menunjukkan peningkatan yang berarti.
Hanya saja, sebagian besar arus kendaraan yang melintasi jalur trans Sulawesi menuju utara hanya didominasi kendaraan roda dua.
Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sulbar, Thamrin Syakur, mengemukakan, pengguna jalan akan didominasi oleh kendaraan roda dua dan mobil pribadi atau pun sewaan.
Ia mengemukakan, aktivitas di terminal Regional Mamuju terlihat kepadatan arus mudik hanya terjadi pada malam hari.
Sedangkan pada siang hari di terminal ini sangat sunyi karena rata-rata pemberangkatan bus AKAP ini dilakukan pada malam hari.
Untuk pemberangkatan pada siang, kata dia, hanya beberapa jenis bus AKAP saja seperti bus Sinar Wahyu, itu pun mobil ini berangkat dari daerah lain yang hanya singgah di terminal regional untuk mengambil muatan yang telah mendaftar di Perwakilan Otobis (PO).
"Mobil yang berangkat pada pagi hari di terminal regional Mamuju hanya bus Damri untuk melayani para penumpang di daerah ini," jelasnya.
Thamrin mengemukakan, aktivitas para petugas masih sebatas memantau dan belum ada tindakan-tindakan untuk melakukan pengalihan jalur.(T.KR-ACO/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
